Menu

Mode Gelap
Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo  Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP  Pertemuan Anies dan 3 Partai, Demokrat : Kami Makin Solid

Headline · 20 Des 2019 16:58 WIB ·

Anggota Dewan Sebut Disparpora Kota Madiun Gagal Total


 Anggota Dewan Sebut Disparpora Kota Madiun Gagal Total Perbesar

MADIUN – Viral di medsos, event Charismatic Batik Festival 2019 yang dibatalkan sepihak oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kota Madiun mendapat reaksi dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun, Bagus Panuntun.

Ketua Fraksi MANTAB ini mengaku sangat menyayangkan keputusan tersebut. Pasalnya, dengan penundaan atau bisa dikatakan pembatalan event tersebut tentu banyak pihak yang dirugikan.



“Ini (Charismatic Batik Festival, red) kan sudah pelaksanaan tahun ke-3, seharusnya ini bisa mengundang orang dari luar kota, tapi kenapa sekarang terkesan orang-orang dari luar kota ini terkesan ditendang. Dalam artian, Tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, event ini dibatalkan sepihak,” kata Bagus.

Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak Disbudparpora, dengan menghubungi Rita selaku Kepala Bidang dan Dewanto selaku Kepala Seksi yang membawahi, namun tidak memperoleh jawaban yang jelas dan pasti.

Sementara, lanjut dia, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Madiun Agus Porwo Widagdo tidak berkomentar apapun. Bahkan, saat dikonfirmasi melalui telepon juga tidak diangkat.

“Banyak teman men-tag (menandai) saya di medsos. Mereka menanyakan kenapa event ini bisa ditunda? Saya sudah mencoba berkoordinasi dengan Kabid dan Kasi Disbudparpora, Rita dan Dewanto namun mereka tidak dapat memberikan jawaban. Alasannya yang tahu itu hanya Kepala Dinas Agus Purwo Widagdo,” ungkapnya.

Tak berhenti sampai disitu, Ia juga mengaku mengkonfirmasi kepada pihak Event Organizer (EO) selaku eksekutor acara. Secara teknis pihak EO mengaku sudah siap. Namun mereka kaget atas keputusan mendadak Disbudparpora yang secara sepihak menunda event tahunan tersebut.

“Bukan hanya EO saja yang kaget, namun melihat reaksi teman-teman dari Dinas lain pun juga kebingungan mengetahui hal ini,” kata Bagus.


Wakil rakyat dari Dapil II Taman ini menilai Disbudparpora Kota Madiun gagal total. Pasalnya, event-event yang dilaksanakan terkesan tanpa konsep yang bagus dan hanya sekadar melaksanakan kewajiban. Tanpa memikirkan kualitas dan impact dari event tersebut.

“Kita mau mengangkat Kota Madiun, tapi Dinas Pariwisatanya gagal total, karena tidak membuat konsep yang baik. Ini sangat beresiko terhadap nama Kota Madiun,” ketusnya.

Melihat histori sebelumnya, Disbudparpora juga selalu menjadi sorotan saat menyelenggarakan sebuah kegiatan, karena hasil yang kurang maksimal.

Bagus menyebut acara Grebeg Maulid misalnya. Event tersebut sepi pengunjung hingga membuat Walikota Madiun Maidi marah, karena persiapan yang kurang matang dan terkesan hanya menjalankan kewajiban semata.

Bagus menilai perlu dilakukan evaluasi terkait kinerja Disbudparpora. Hai ini terkait bagaimana mereka merencanakan sebuah program kegiatan, hingga pada hari H pelaksanaan. Dengan banyaknya pihak yang dikecewakan ini, ia khawatir hal ini berdampak negatif terhadap citra Kota Madiun yang sedang merangkak naik menjadi Kota Pintar.

“Ini sangat beresiko terhadap nama Kota Madiun. Harapan saya Walikota bisa sedikit bertindak tegas terhadap Dinas yang bersangkutan,” ujarnya.

Meski begitu, dirinya berharap situasi “panas” ini dapat segera diredam. Pihak terkait dalam hal ini Disbudparpora Kota Madiun segera memberikan klarifikasi resmi tentang alasan penundaan.

Ia menilai jawaban yang diberikan oleh admin tidak seperti yang diinginkan oleh peserta. Bahkan, nomor narahubung yang tercantum dalam pamflet juga tidak dapat dihubungi.

“Hal ini sudah menjatuhkan nama Kota Madiun. Kita “jor-joran” mengangkat Kota Madiun, tapi justru sekarang terkesan dijatuhkan. Bahkan dari tahun ke tahun saya belum melihat hasilnya,” tegasnya.

Bagus berharap ini menjadi evaluasi untuk kegiatan tahun berikutnya. Mulai dari perencanaan, jadwal kegiatan, anggaran, hingga pelaksanaan. Sebab, dalam pidato sosialisasi Perda, secara tegas Walikota Madiun sudah memberikan instruksi yang meminta anggota DPRD Kota Madiun untuk mengevaluasi kegiatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2019. (ant/red)

Artikel ini telah dibaca 128 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pecah !!! Ribuan Orang Ikuti Jalan Pagi Bareng Bupati, Rayakan HUT ke-4 Pujasera Jiwan

27 November 2022 - 18:23 WIB

Ratusan Peserta Ikuti Ujian Tulis Penerimaan Perangkat di Dua Desa di Kecamatan Madiun

26 November 2022 - 20:07 WIB

Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo 

25 November 2022 - 18:43 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Keliling Sudimoro, Bupati Aji Kunjungi Korban Tanah Longsor

23 November 2022 - 11:55 WIB

Brimob hingga Tim Trauma Healing Diterjunkan Polri Untuk Bantu Penanganan Gempa Cianjur 

21 November 2022 - 19:57 WIB

Trending di Nasional