Menu

Mode Gelap
Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan Jaring Ikan Lumba-lumba, ABK Kapal Diperiksa Polisi Polda Jatim Antar Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Malaysia ke Rumah Duka Pelajar Pacitan Meninggal Usai Tabrak Truk TNI AU

Daerah · 10 Jan 2022 10:24 WIB ·

Antisipasi Penularan DBD, Warga Fogging Mandiri


 Fogging di lingkungan rumah warga Prajegan. (Foto: Raden Lintas7.net). Perbesar

Fogging di lingkungan rumah warga Prajegan. (Foto: Raden Lintas7.net).

LINTAS7.NET, PONOROGO- Demi memutus rantai penyebaran virus demam berdarah dengue (DBD), warga Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Ponorogo melakukan foging mandiri. Fogging mandiri dilakukan warga dan karang taruna di lingkungan RT 05 pada Senin (10/1) pagi seiring warga desa ini terjangkit DBD.

Fogging dilakukan di pekarangan rumah yang diduga menjadi sarang nyamuk aedes aegypti, serta penyemprotan di setiap sudut ruangan dan rumah rumah warga.

Warga sengaja melakukan fogging mandiri karena mereka khawatir jika virus demam berdarah dengue (dbd) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti menyebar hingga ke lingkungan mereka. Terlebih, hingga minggu malam sedikitnya sudah ada 7 warga RT 5 yang terjangkit dbd. Satu diantaranya masih menjalani perawatan intensif di klinik.

Selain melakukan foging mandiri warga Desa Prajegan juga melakukan kerja bakti serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Kalau di Desa Prajegan sendiri ada banyak, ada di RT 1, kalau di RT 5 sini nggak ada. Iya khawatir nanti takutnya sampai sini tapi warga sini selalu antusias untuk selalu hidup bersih,” kata Uut Sulis Setyaningrum warga setempat.

Kekuatiran warga ini tak berlebihan mengingat dbd menyerang orang dewasa dan anak berusia 14 tahun.
Untuk sementara ini yang kena demam berdarah itu sudah tujuh kasusnya yang ditemukan kemarin. Anak-anak ada dewasa juga ada. Kondisinya sekarang yang satu masih di klinik kemudian yang enam sudah dinyatakan sembuh” ujar Eko Putri, Bidan Desa Prajegan.

Pihak pusksemas juga menghimbau kepada warga untuk terus berperan aktif dalam melakukan pencegahan demam berdarah akibat gigitan nyamuk, dengan menerapkan 3M. Rajin menguras tempat penampungan air, menutup bak air dan mengubur barang bekas yang berpotensi menimbulkan genangan air. (Ct/Red).

 

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Johan Budi Perjuangkan Reog Jadi Warisan Budaya Dunia

15 Januari 2022 - 17:16 WIB

Satu Mimpi Bupati Tercapai. Ada Hotel Sekelas Bintang Empat di Ponorogo

15 Januari 2022 - 14:23 WIB

Libatkan Pengajar dari Oxford, Transformasi Pendidikan ala Giri Tuai Pujian

13 Januari 2022 - 21:27 WIB

Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan

11 Januari 2022 - 16:41 WIB

Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan

10 Januari 2022 - 12:25 WIB

Jaring Ikan Lumba-lumba, ABK Kapal Diperiksa Polisi

9 Januari 2022 - 14:55 WIB

Trending di Daerah