Menu

Mode Gelap

Madiun · 15 Agu 2021 12:42 WIB

·

Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, Disperindag Kabupaten Madiun Gelar Pasar Murah


					Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19, Disperindag Kabupaten Madiun Gelar Pasar Murah Perbesar

Kegiatan pasar murah di Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (13/8/2021).

LINTAS7.NET, MADIUN – Untuk membantu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Madiun di tengah pandemi Covid-19, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Madiun mengadakan pasar murah di 15 desa. Setiap bulan, Disperindag Kabupaten Madiun mengadakan dua kali pasar murah di desa yang berbeda.

“Dalam rangka menghadapi pandemi Covid-19, kami membantu masyarakat dengan mengadakan kegiatan pasar murah,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, saat ditemui, Jumat (13/8/2021) usai kegiatan pasar murah.

Ia menuturkan, dalam kegiatan pasar murah, Disperindag menyiapkan sembako yang dijual dengan harga lebih murah dari pasar, disubsidi sekitar 20 persen hingga 30 persen. Setiap desa, dianggarkan Rp 20 juta.

Kegiatan pasar murah di Desa Golan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Jumat (13/8/2021).

Sedangkan jenis sembako yang dijual, di antaranya, beras, minyak, gula, mie instan, dan telur. “Karena saat ini sedang pandemi Covid-19, kami tambahkan telur, untuk menambah protein,” kata Indra.

Indra menjelaskan, sebelumnya, kegiatan pasar murah dilaksanakan berbarengan dengan program BST. Namun, karena pandemi, BST ditiadakan, namun kegiatan pasar murah tetap dilaksanakan.

“Hingga saat ini, kami sudah menyelenggarakan pasar murah di tujuh desa, sempat terhenti karena recofusing tapi ini sudah jalan lagi. Satu bulan ada dua pasar murah, sehingga nanti bisa selesai Desember 2021,” ujarnya.

Indra mengatakan, karena pandemi Covid-19, kegiatan pasar murah dilakukan sedikit berbeda. Warga membeli sembako, melalui RT setempat, kemudian sembako akan diantar ke rumah masing-masing warga.

Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kerumunan, guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

“Karena masih pandemi kami mengumpulkan RT di tiap desa. RT yang menyebar kupon kepada warga, RT yang mengkoordinir dan menginventarisir. Nanti kami drop sesuai kebutuhan masing-masing, jadi tidak ada kerumunan,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya pasar murah dapat meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi. (di/red/adv)

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Dari DBHCHT, Petani Tembakau Kedung Maron Terima Berbagai Bantuan dan Dibekali Pengetahuan Melalui Sekolah Lapang

15 Oktober 2021 - 19:47 WIB

Bupati Ahmad Dawami Umumkan Hari H Pemungutan Suara Pilkades Serentak Kabupaten Madiun 

14 Oktober 2021 - 13:29 WIB

Perangi Rokok Ilegal, Tingkatkan Kuantitas dan Kualitas Produksi Tembakau 

13 Oktober 2021 - 14:38 WIB

Stok Menumpuk, Belasan Peternak Ayam Petelur Gelar Dagangan di Kawasan Alun alun

27 September 2021 - 10:42 WIB

Ke Ponorogo, Walikota Surabaya Bahas Kerjasama Beras

25 September 2021 - 14:49 WIB

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Madiun Soroti Soal Insentif Nakes, Penanganan Covid-19, dan Harga Porang

16 September 2021 - 08:02 WIB

Trending di Madiun