Bejat,Seorang Kakek warga Karangrejo Magetan Setubuhi Siswa SMA Hingga Hamil 8 Bulan

- Jurnalis

Senin, 28 Januari 2019 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SBN, Saat Digelandang petugas

SBN, Saat Digelandang petugas

BERITA MAGETAN- Polres Magetan, Jawa Timur berhasil mengamankan seorang berinisail SBN (62) kakek warga Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur karena melakukan pencabulan terhadap anak dibawah umur yang masih duduk dibangku SMA kelas 10 di Magetan hingga hamil 8 bulan.

AKP Sukatni Kasat Reskrim Polres Magetan mengatakan kasus pencabulan ini terungkap setelah orang tua korban curiga ada kelainan pada fisik di tubuh anaknya.”Kecurigan itu oleh kedua orang tua dibawa ke dokter untuk diperiksa, namun setelah diperiksa oleh dokter ternyata korban sudah hamil 8 bulan,”ujar Sukatni.

Baca Juga :  Destinasi Baru Watu Rumpuk, Tingkatkan Ekonomi Rakyat

“Setelah dipaksa dan mengetahui pelakunya , akhirnya kedua orang tua korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke kantor polisi,”kata Sukatni.

Sesuai keterangan dari kepolisian modus yang dilakukan tersangka adalah merayu korban bisa menyembuhkan sakit dikakinya yang habis jatuh dengan cara di pijat. Namun saat memijat pelaku tak bisa menahan nafsunya, hingga pelaku memaksa korban yang masih berumur 15 tahun untuk melakukan hubungan badan.

Masih kata Sukatni, sesuai pengakuan korban saat disetubuhi, hari,tanggal sudah lupa.”Namun korban hanya ingat dicabuli pada bulan febuari 2018 lalu sekitar pukul 15.00 WIB dan yang terakhir kira-kira tanggal 31 desember 2018 sekitar pukul 22.00 WIB lalu,”ucap kata Sukatni lagi.

Baca Juga :  Bupati Sugiri Sancoko Semarakan Hari Buruh Internasional

“Sesuai pengakuan pelaku aksi bejat tersebut sudah dilakukan sebanyak 6 kali dirumahnya, sementara sang istri pelaku bekerja diluar kota,”terangnya.

Sementara itu, akibat perbuatannya tersangka harus mendekam di jeruji besi polres Magetan dan dijerat undang-undang nomoer 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (cahyo)

 

 

 

 

Berita Terkait

Aksi Kolaborasi, Bersih Pesisir Pantai Pancer Door
Kang Giri Serahkan Petikan SK Puluhan Kepala Sekolah SD dan SMP di Ponorogo
Gaduh Minyak Goreng Minyakita Yang Diduga Palsu, Akhirnya Polisi Turun Tangan
Uyun Achadiat Soal Hasil UKW PWI Jatim: Belum Kompeten Bukanlah Kiamat
Kang Giri : Grebeg Suro 2024 Momentum Angkat Martabat Budaya Ponorogo di Panggung International
Tugas Wartawan Berat, Kompetensi Jadi Kunci Wujudkan Ekosistem Pers Sehat
Magnet SBY, Agum Gumelar Berkunjung ke Pacitan
Baru Kali Ini Terjadi, DPC Partai Demokrat Pacitan Digeruduk Ratusan Masyarakat Pendukung Bakal Calon
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 11 Juni 2024 - 11:31 WIB

Aksi Kolaborasi, Bersih Pesisir Pantai Pancer Door

Selasa, 4 Juni 2024 - 20:00 WIB

Kang Giri Serahkan Petikan SK Puluhan Kepala Sekolah SD dan SMP di Ponorogo

Rabu, 29 Mei 2024 - 20:20 WIB

Gaduh Minyak Goreng Minyakita Yang Diduga Palsu, Akhirnya Polisi Turun Tangan

Selasa, 28 Mei 2024 - 21:54 WIB

Kang Giri : Grebeg Suro 2024 Momentum Angkat Martabat Budaya Ponorogo di Panggung International

Selasa, 28 Mei 2024 - 18:09 WIB

Tugas Wartawan Berat, Kompetensi Jadi Kunci Wujudkan Ekosistem Pers Sehat

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:54 WIB

Magnet SBY, Agum Gumelar Berkunjung ke Pacitan

Jumat, 24 Mei 2024 - 16:59 WIB

Baru Kali Ini Terjadi, DPC Partai Demokrat Pacitan Digeruduk Ratusan Masyarakat Pendukung Bakal Calon

Kamis, 23 Mei 2024 - 17:23 WIB

Pemkab Ponorogo Bekali Ilmu Pemotongan Hewan Kurban pada Ratusan Warganya

Berita Terbaru

Daerah

Aksi Kolaborasi, Bersih Pesisir Pantai Pancer Door

Selasa, 11 Jun 2024 - 11:31 WIB

Bupati Sugiri memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2024 di halaman pendapa kabupaten setempat. (Foto/Pemkab Ponorogo).

Headline

Bupati Sugiri Sancoko Ajak Masyarakat Membumikan Pancasila

Sabtu, 1 Jun 2024 - 14:28 WIB