Madiun

Jumat, 28 Mei 2021 - 20:27 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Beri Wawasan Kebangsaan dan Ketahanan Nasional, Wali Kota : Bulatkan Tekad Jaga Persatuan

LINTAS7.NET, KOTA MADIUN – Pemerintah Kota Madiun lakukan pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Pembinaan tersebut dilakukan dengan harapan dapat membulatkan tekad bersama untuk menjaga persatuan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, wawasan kebangsaan dimulai dari level terkecil di masyarakat. Selain itu juga perlu ditanamkan sejak usia dini. Sehingga dapat membangun masa depan negara yang lebih baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Manguharjo, Danramil Manguharjo, KUA Manguharjo, Bapak/Ibu Lurah, LPMK, KIM, Tokoh agama dan Tokoh masyarakat.

Indonesia merupakan negara heterogen. Yang terdiri dari bermacam-macam suku, agama dan budaya. Dengan memberikan wawasan kebangsaan, secara tidak langsung akan mempersiapkan seseorang mempunyai identitas baik secara lokal maupun global. Selain itu juga akan tertanam visi saling menghargai keberagaman.

“Negara akan kuat apabila daerah itu kuat. Apabila warna berbeda tetap kuat dan kokoh. Contohnya taman bunga. Kalau di taman bunganya cuma satu jenis dan satu warna, kan jelek. Tapi kalau bunganya beda-beda jenis dan warna, kan bagus,” jelas Walikota Maidi saat memberikan pembinaan wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional di Gedung Kecamatan Manguharjo, Jumat (28/5/2021) siang.

Namun demikian, meski banyak perbedaan, terkadang tidak semua orang mau memiliki hati untuk saling menghargai. Padahal dengan perbedaan, akan saling melengkapi kekurangan satu dengan yang lain.

“Contoh di Kota Madiun itu ada 14 perguruan yang masing-masing berbeda jurusnya. Ada yang nyamping, ada yang lurus, ada yang lompat. Kalau 14 perguruan ini bersatu bisa memberikan keamanan. Tapi kalau saling bertengkar, ruwet nanti,” ujarnya.

Maidi menjelaskan bahwa dengan menanamkan wawasan kebangsaan. Akan mencegah dari radikalisme dan terorisme. Karena munculnya radikalisme karena kurangnya pengetahuan tentang wawasan kebangsaan. Sehingga tidak ada sikap cinta tanah air.

“Teroris itu berbeda. Merusak ketahanan kita. Dari kondisi sekian juta orang, yang wawasannya beda ada beberapa kelompok. Lha yang berbeda itu akan merusak,” tegasnya.

Maidi berjanji bahwa pembinaan wawasan kebangsaan akan diberikan secara rutin. Dimulai dari kelompok terkecil di kelurahan.

“Jangan hanya dibicarakan seperti ini. Tahun depan kita lanjutkan di Kelurahan. Kemudian implementasinya,” tandasnya. (git/red/adv)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

Baca Lainnya