Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Headline · 12 Des 2018 11:45 WIB ·

Bikin Resah, Wabup Ony Perintahkan Sikat Di Tempat!


 Bikin Resah, Wabup Ony Perintahkan Sikat Di Tempat! Perbesar

NGAWI – Kali ini bukan sembarang tikus pengerat melainkan masuk kategori hama yang meresahkan petani. Setelah memanfaatkan jebakan tikus beraliran listrik bak senjata makan tuan, kini petani di wilayah Ngawi, Jawa Timur intensifkan dengan cara yang lebih ramah lingkungan.

Seperti di Desa Dempel, Kecamatan Geneng puluhan petani dibawah komando Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar melakukan gropyokan ke sarang tikus di wilayah area persawahan wilayah setempat, Rabu, (12/12/2018). Dengan senjata pentungan petani langsung membantai satu persatu tikus.

“Kita lakukan pembasmian hama tikus dengan cara yang lebih ramah. Kalau pakai jebakan listrik itu sangat berbahaya tercatat ada tujuh petani meninggal selama tahun 2018 ini,” jelas Ony Anwar.

Ia mengingatkan, kepada semua petani jangan sampai menggunakan cara yang sekiranya membahayakan nyawa. Justru sebaliknya, dengan gerakan gropyok tikus akan bisa mengurangi salah satu hama pengerat tersebut dengan maksimal.

“Apalagi sudah jelas-jelas polisi melarang jebakan tikus beraliran listrik. Makanya petani harus aktif dan terjadwal melakukan gropyokan tikus ini,” ulas Ony.

Ditempat yang sama guna merangsang petani menggelar gropyokan tikus pihak perangkat desa setempat memberikan semacam ‘reward’. Sugeng Wiyono Kepala Desa Dempel pihaknya memberikan hadiah kepada petani berupa uang tunai bagi yang mendapatkan tikus.

“Biar petani semangat kita apresiasi uang lelahnya supaya mereka aktif melakukan kegiatan semacam ini,” tutup Sugeng Wiyono. (pr)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

“Ruwat Jagad” Doa Untuk Bumi, Sarana Intropeksi Keberlangsungan Alam Semesta dari Pacitan

5 November 2022 - 10:18 WIB

Satu Anak di Madiun Diduga Ginjal Akut, Kadinkes : Sudah Kita Rujuk ke Surabaya 

22 Oktober 2022 - 11:36 WIB

Soal Mutasi Kapolda Jatim, Kadiv Humas Polri : Sudah Hal Biasa

11 Oktober 2022 - 22:24 WIB

Percepat Penanganan Kasus Kematian Santri, Polisi Bentuk Timsus

7 September 2022 - 19:30 WIB

Polisi Periksa 7 Saksi dalam Kasus Kematian Santri di Ponorogo

5 September 2022 - 19:20 WIB

Ratusan Siswa Belajar di Kelas yang Nyaris Roboh dan Beratapkan Terpal

22 Agustus 2022 - 18:41 WIB

Trending di Headline