Menu

Mode Gelap

Daerah · 9 Jul 2021 10:55 WIB

·

Bupati Berharap Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Menekan Laju Penularan Covid-19 di Pacitan


					Bupati Berharap Masyarakat Patuh Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Menekan Laju Penularan Covid-19 di Pacitan Perbesar

LINTAS7.NET, PACITAN-Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pacitan menggelar operasi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19. Operasi yustisi ini dilaksanakan dalam rangka penertiban serta menggugah kesadaran masyarakat untuk patuh protokol kesehatan di masa Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jalan Ahmad Yani Kamis (08/07/2021) .

Sejumlah warga yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan langsung di giring ketempat sidang (gedung Gasibu). Ada saja alasan mereka yang terjaring, ada yang lupa ditaruh di jok motor, ada juga yang tali masker putus, ada lagi yang kelupaan tidak di pakai tapi di masukan saku celana.

Apapun itu alasannya tetap saja mereka sudah  melanggar protokol kesehatan. Sehingga sidang di tempat harus di jalani dan mereka juga harus membayar denda sebagai sanksinya. Bervariasi dendanya, mulai dari 20 ribu hingga 50 ribu rupiah tinggal melihat titik beratnya pelanggaran.

“Kegiatan ini kita lakukan agar timbul kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan masker  dimanapun berada”,kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Ini disampaikan Bupati saat melihat langsung operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan bersama sejumlah unsur Forkopimda Pacitan. Bupati berharap masyarakat dengan kesadaran sendiri patuh dan menjalankan protokol kesehatan dalam kegiatan keseharian sebagai upaya menekan laju penularan Covid-19 yang tinggi.

“Beberapa warga tadi ada yang kena tindakan, dan seharusnya ini menjadi efek jera dan timbul kesadaran dari masyarakat”, lanjut Bupati.

Meskipun Covid-19 sudah mewabah lebih dari setahun namun masih ada masyarakat yang abai bahkan cenderung menyepelekan. Terbukti dari operasi yustisi ini petugas gabungan yang terdiri dari unsur TNI Polri dan Satpol PP masih menemukan banyak pelanggar. Mereka harus menjalani sidang ditempat dan mendapatkan sanksi sesuai keputusan hakim.

“Dengan tindakan ini efek jera masyarakat sebenarnya yang kita harapkan bukan besaran dendanya”, imbuh Hendri Antoro Kepala Kejaksaan Negeri Pacitan.

Sementara itu Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono mengatakan, berkali-kali sudah gencar di lakukan operasi yustisi prokes dengan sanksi sosial tapi tampak kurang menggigit. Mereka tetap melanggar juga meski hantaman virus corona dalam kondisi darurat. Untuk itu hukuman di tingkatkan bagi pelanggar prokes yang terjaring operasi yustisi. Dalam operasi yustisi di tengah-tengah di berlakukannya PPKM darurat tersebut ada Undang-Undang Kesehatan dan juga wabah menular.

“Operasi yustisi akan terus di lakukan setiap hari sedangkan lokasi tempat di acak sampai tanggal 20 Juli. Hal itu di laksanakan supaya Pacitan masuk zona hijau,” jelas Kapolres.

Operasi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 ini akan dilaksanakan berkala selama pemberlakuan PPKM Darurat dengan lokasi yang berbeda-beda. Selain memantau operasi yustisi, Bupati dan rombongan juga memantau kondisi RSUD Pacitan dan lokasi karantina pasien Covid-19 gedung Wisma Atlet Sidoharjo.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Warga Terima Bantuan KUMHAM Peduli Kumham Berbagi Imigrasi Ponorogo

30 Juli 2021 - 09:04 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19 

29 Juli 2021 - 19:14 WIB

Bupati Madiun Salurkan Bantuan Beras Kemensos Untuk KPM PKH dan BST 

28 Juli 2021 - 14:10 WIB

Tiga Pilar Desa Bancar Bagikan Bansos Beras dan Lakukan Penyemprotan Disinfektan 

26 Juli 2021 - 11:37 WIB

Kombes Farman: Tidak Ada Tabung Oksigen Palsu di Tulungagung

23 Juli 2021 - 18:39 WIB

Bupati Salurkan Bantuan Warga Yang Terdampak PPKM Darurat

23 Juli 2021 - 09:45 WIB

Trending di Daerah