Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Daerah · 22 Feb 2019 18:38 WIB ·

Disperta Klaim Padi Roboh Dampak Pemakaian Urea Tanpa Kontrol


 salah satu tananam padi petani ngawi Perbesar

salah satu tananam padi petani ngawi

NGAWI- Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Ngawi meminta para petani untuk tidak memakai pupuk urea berlebihan pada masa tanam pertama. Menyusul, pada masa panen (MP) pertama tahun 2019 ini ada sebagian besar tanaman padi di wilayah Ngawi roboh terkena sapuan angin dan hujan.

“Jangan memakai pupuk urea terlalu tinggi pada masa tanam pertama ini. Karena buku-bukunya (ruas/batang padi-red) menjadi panjang akibat terlalu subur sehingga mudah roboh kalau terkena angin dan hujan,” terang Marsudi Kadisperta Kabupaten Ngawi, Jum’at, (22/02/2019).

Dengan alasan itu, ia meminta pemakaian pupuk urea harus sesuai dengan petunjuk. Artinya, sistim pemupukan harus ideal dan berimbang (tepat waktu) dengan melihat kondisi tanah. Justru pupuk organik lebih dimaksimalkan lagi.

Terkait dengan harga padi tandas Marsudi, sangat tergantung pada mekanisme pasar demikian juga cuaca. Dimana, jika panenan kering (gabah-red) dengan kandungan air minimal berpengaruh pada melonjaknya harga dan sebaliknya.

Untuk saat ini harga gabah pada masa panen pertama berkisar Rp 4.400/kilogram kondisi basah. Ditargetkan produksi gabah kering di Ngawi bisa tembus Rp 305 ribu ton lebih dari 47 ribu lahan. Pungkasnya, target produksi padi tersebut akan dicapai dengan melibatkan semua stakeholder terkait. (pr)

Artikel ini telah dibaca 162 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pengunjung Goa Gong Tertimpa Atap Gazebo Runtuh

5 Desember 2022 - 20:40 WIB

Hanya 3 Jam Pemasangan, Pipanisasi 4,5 Kilometer Bisa Dinikmati Warga

1 Desember 2022 - 22:57 WIB

Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana

29 November 2022 - 23:02 WIB

Ratusan Warga Daftar PPK Pemilu 2024

27 November 2022 - 20:18 WIB

Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

26 November 2022 - 20:06 WIB

Alokasi Kursi Dua Dapil di Pacitan Berubah

25 November 2022 - 15:42 WIB

Trending di Daerah