Menu

Mode Gelap
Puluhan Warga Terjangkit DBD, 1 Pasien Meninggal Dunia Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan Jaring Ikan Lumba-lumba, ABK Kapal Diperiksa Polisi Polda Jatim Antar Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Malaysia ke Rumah Duka

Daerah · 20 Agu 2021 20:20 WIB ·

Dua Kurir Penjual Baby Lobster Senilai Ratusan Juta Rupiah Diringkus Aparat Kepolisian


 Dua Kurir Penjual Baby Lobster Senilai Ratusan Juta Rupiah Diringkus Aparat Kepolisian Perbesar

 

LINTAS.7 NET, PACITAN– Kepolisian Resort Pacitan mengamankan dua orang penjual benur atau benih lobster pada Kamis (19/8) malam. Polisi menangkap pelaku berinisial DHK warga Tulakan, Pacitan dan NPW warga Kedungwaru, Tulungagung bersama belasan ribu ekor benur.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat adanya jual beli benih lobster di wilayah hukum Pacitan. Dari hasil penyelidikan itu, polisi menangkap ke dua pelaku yang bestatus kurir.

“Dari penyelidikan itu kami amankan pelaku di wilayah Punung. Benih lobster diambil di Tulakan, arah pengiriman ke Bandung, Jawa Barat,” ungkap Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono dalam jumpa pers di Mapolres Pacitan pada Jum’at (10/8) pagi.

Dari penangkapan dua orang kurir ini, polisi menyita 16.400 ekor benih lobster bernilai ratusan juta rupiah, alat komunikasi serta mobil jenis toyota avanza yang digunakan pelaku untuk beraksi. Dalam sekali pengiriman pelaku mendapat upah empat juta dua ratus ribu rupiah.

Hasil pemeriksaan polisi juga mengungkap praktik jual beli benih lobster  sudah dijalankan pelaku sebanyak 4 kali.  Wiwit, menyatakan polisi masih memburu seorang pelaku lain yang berstatus sebagai pengepul.

“Kita tetapkan satu orang berinisial S, sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang),  rumahnya sudah kita ketahui tadi malam sudah kita datangi tapi yang bersangkutan sudah kabur,” bebernya.

DHK dan NPW bakal dijerat dengan Pasal 88 atau pasal 92 Undang-Undang Nomor 11 tentang Cipta Kerja perubahan atas UU Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang No 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo pasal 55 atau pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana 8 tahun dan denda paling banyak 1,5 Milliar. (IS/RIS/red)

Artikel ini telah dibaca 2.330 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Puluhan Warga Terjangkit DBD, 1 Pasien Meninggal Dunia

17 Januari 2022 - 11:04 WIB

Johan Budi Perjuangkan Reog Jadi Warisan Budaya Dunia

15 Januari 2022 - 17:16 WIB

Satu Mimpi Bupati Tercapai. Ada Hotel Sekelas Bintang Empat di Ponorogo

15 Januari 2022 - 14:23 WIB

Libatkan Pengajar dari Oxford, Transformasi Pendidikan ala Giri Tuai Pujian

13 Januari 2022 - 21:27 WIB

Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan

11 Januari 2022 - 16:41 WIB

Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan

10 Januari 2022 - 12:25 WIB

Trending di Daerah