Menu

Mode Gelap
Tasyakuran 1 Abad NU, Siswa-Siswi MI Mategal Kenduri 100 Nasi Tumpeng   Terciduk Asyik Ngobrol saat Pembekalan, Bupati Madiun Tegur Seorang Perangkat Desa Tergiur Untung 50 Ribu per Gram, Pemuda di Madiun Nekat Edarkan Narkoba Pemkab Madiun Launching SOP Tatalaksana Deteksi Dini Kasus Stunting Pohon Pisang ini Ditanam di Tengah Jalan, Bentuk Protes?

Madiun · 2 Des 2022 23:40 WIB ·

Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan 


 Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Perbesar

LINTAS7.NET, MADIUN – Berawal dari kesadaran akan dampak penggunaan pestisida dari bahan kimia, para petani anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Slambur, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, berinovasi dengan menciptakan produk ramah lingkungan untuk tanaman padi dan holtikultura.

Produk ramah lingkungan hasil inovasi Gapoktan Desa Slambur tersebut dipamerkan dalam Bhakti Sosial Terpadu (BST) yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun di Desa Slambur, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Jumat (2/12/2022).

Zubaidi, salah seorang anggota Gapoktan Desa Slambur, mengatakan, inovasi tersebut berupa produk pestisida yang berfungsi sebagai penyubur tanah dan pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) ketika masih ringan dan sedang.

Pria 45 tahun ini menjelaskan, saat ini Gapoktan Desa Slambur yang beranggotakan 25 orang sudah mampu membuat beberapa macam pestisida ramah lingkungan. Seperti Ecoenzim, Biosulfur, dan Surfactant. Dimana masing-masing produk memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Ecoenzim berfungsi untuk penyeteril lingkungan udara untuk memacu pertumbuhan dan penambahan nutrisi dari daun.

Ecoenzim dibuat dengan memanfaatkan sisa-sisa terutama kulit buah ataupun daun, lalu ditambahkan gula merah dan air.

Sementara, Biosulfur terbuat dari kapur gamping. Berfungsi sebagai pengendali penyakit jamur, bakteri, perakaran dan juga untuk sebagai penetral PH tingkat keasaman tanah.

Sedangkan, Surfactant bermanfaat sebagai perata, penembus, pembasa dan penambah unsur K untuk tanaman. Bahan Surfactant adalah Kalium Hidroksida dan minyak goreng.

“Kalau produknya sejauh ini totalnya sudah ada 7 macam produk,” kata Zubaidi.

Dia mengungkapkan, pestisida ramah lingkungan hasil inovasi Gapoktan Desa Slambur ini sudah pernah diteliti oleh laboratorium hama penyakit Pilangkenceng terkait agen pengendali hayati, dan hasilnya memang bagus, terutama untuk PH atau tingkat keasaman.

“Jadi selain untuk padi, juga bisa digunakan untuk tanaman perkebunan dan hortikultura. Untuk tanaman sayur juga bisa, seperti cabe, terong, kacang panjang, gambas, tomat. Untuk tanaman buah-buahan seperti mangga jeruk dan durian juga sangat efektif,” imbuh Zubaidi.

Terkait produksi, Zubaidi menjelaskan, dalam sekali pembuatan minimal 100 liter per item produk. Waktu yang dibutuhkan variatif. Mulai 2 hingga 3 minggu.

Saat ini, penggunaan pestisida ramah lingkungan tersebut baru sebatas digunakan oleh anggota Gapoktan Desa Slambur sendiri dan belum diproduksi dan diedarkan ke khalayak umum.

Zubaidi tidak menampik, sebenarnya ada keinginan untuk memproduksi secara besar-besaran. Namun, hal tersebut masih terganjal sejumlah permasalahan, salah satunya terkait perizinan.

“Saat ini kita baru akan menyiapkan persyaratannya untuk mengurus perizinan,” ungkap Zubaidi.

Dirinya berharap inovasi produk ramah lingkungan Gapoktan Desa Slambur semakin mendapat dukungan dari pihak pemerintah, terutama terkait perizinan.

Pasalnya, penggunaan pestisida ataupun pupuk kimia lambat laun akan berdampak kurang baik bagi tubuh manusia, serta mempengaruhi tingkat kesuburan tanah.

Selain itu, penggunaan produk ramah lingkungan juga akan menekan biaya produksi. Dimana saat ini, biaya pertanian semakin mahal.

“Kalau pestisida kimia itu tentunya mahal serta membahayakan kesehatan tubuh dan kesuburan tanah, tapi kalau produk ramah lingkungan ini murah, bahkan bisa dibuat sendiri, dan bisa untuk menjaga kesuburan tanah,” ujarnya. (ant/red)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Terciduk Asyik Ngobrol saat Pembekalan, Bupati Madiun Tegur Seorang Perangkat Desa

31 Januari 2023 - 17:39 WIB

Tergiur Untung 50 Ribu per Gram, Pemuda di Madiun Nekat Edarkan Narkoba

27 Januari 2023 - 21:48 WIB

Pemkab Madiun Launching SOP Tatalaksana Deteksi Dini Kasus Stunting

27 Januari 2023 - 20:59 WIB

Pohon Pisang ini Ditanam di Tengah Jalan, Bentuk Protes?

24 Januari 2023 - 12:45 WIB

Motor Tabrak Truk Parkir di Madiun, Satu Orang Meninggal

21 Januari 2023 - 06:35 WIB

Perampok Dua Minimarket Diringkus Satreskrim Polres Madiun

19 Januari 2023 - 17:30 WIB

Trending di Hukum