Menu

Mode Gelap
Kapolda Jatim Sampaikan Permohonan Maaf Atas Tragedi Kanjuruhan Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Kepala KPLP Lapas I Madiun Sampaikan Ini BNPT Pantau Pelaksanaan Program Deradikalisasi Napi Terorisme di Lapas I Madiun  Puluhan Pedagang Pasar Pagotan Ikuti Sosialisasi Pasar Aman dari Bahan Berbahaya  Libatkan Bapas dalam Assessment Napi, ini Alasan Lapas I Madiun 

Features · 6 Agu 2022 09:32 WIB ·

Ingin Diakui Negara, 39 Pasutri Lansia Ikuti Program Isbat Nikah Massal


 Proses Isbat Nikah Massal di Ponorogo. (Foto : Raden Lintas7.net). Perbesar

Proses Isbat Nikah Massal di Ponorogo. (Foto : Raden Lintas7.net).

LINTAS7.NET,PONOROGO- Puluhan pasang lansia di Ponorogo mengikuti isbat nikah di kantor Kecamatan Jetis, Ponorogo. Program isbat nikah masal oleh pemerintah daerah ini untuk mempermudah administrasi dan pencatatan dokumen negara.

Sedikitnya 39 pasangan suami istri yang sudah secara agama namun belum sah secara negara, atau biasa disebut pasangan pernikahan siri Jumat (5/8) siang menjalani isbat nikah di kantor Kecamatan Jetis, Ponorogo. Bahkan, mayoritas peserta isbat nikah yang diadakan pemerintah daerah secara masal ini merupakan lansia dengan usia rata rata diatas 45 tahun.

Program isbat nikah masal yang diadakan pemerintah daerah ini untuk mempermudah para pasangan suami istri untuk mendapatkan dokumen negara. Mulai dari Kartu Keluarga (KK), Kartu Tanda Penduduk (KTP) hingga akta nikah yang sah. Sebab dengan adanya pernikahan siri, mengakibatkan pasangan suami istri tidak memiliki dokumen negara yang sah, karena tidak tercatat di dokumen negara.

Adanya program ini pun disambut baik pasangan suami istri yang sudah menikah sah secara agama. Salah satunya pasangan Ahmad Tohari dan Toyemiati, warga Jenangan, Ponorogo. Sejak menikah siri tahun 2019 lalu, lansia berusia 63 tahun ini masih belum memiliki dokumen kependudukan yang sah. Mereka mengaku memang belum menikah sah secara negara karena berbagai kendala. Salah satunya minimnya pengetahuan tentang pernikahan yang sah secara negara dan tidak adanya biaya.

“Sudah tiga tahun menikah siri karena belum ijab sah. Ini sekarang seneng sudah sah secara negara,” kata Toyemiati, salah satu pasangan nikah siri.

Sementara Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengaku sengaja mengadakan isbat masal karena di wilayahnya masih banyak warga yang hanya melakukan nikah siri.

“Ternyata banyak di ponorogo yang sudah menikah secara sair-i, secara siri tapi tidak menikah secara negara, banyak yang terjadi, ini di Jetis saja, Sawoo, Jetis ada 39 belum di Kecamatan Pulung dan Sukorejo ada 50, nanti akan kita mantukan bersama, ini akan menjadi PR (Pekerjaan Rumah) kita bersama, kalau tidak di urai hari ini kapan lagi,” tegasnya.

Usai mengadakan isbat nikah masal, dalam waktu dekat, bupati juga akan mengadakan resepsi pernikahan masal bagi 39 pengantin yang sudah menjalani isbat nikah dan sudah dianggap sah secara agama dan negara. (Ct/Red).

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Evaluasi Internal, Ponpes Gontor Bentuk Timsus

16 September 2022 - 09:40 WIB

Polisi Gelar Rekontruksi Kematian Santri Gontor, Ada 50 Adegan

14 September 2022 - 18:57 WIB

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Santri Meninggal Dunia

12 September 2022 - 20:58 WIB

Menteri PPPA dan Kapolda Jatim Kunjungi Mapolres Ponorogo, Cek Penanganan Kasus Meninggalnya Santri Gontor

12 September 2022 - 20:10 WIB

Percepat Penanganan Kasus Kematian Santri, Polisi Bentuk Timsus

7 September 2022 - 19:30 WIB

Polisi Periksa 7 Saksi dalam Kasus Kematian Santri di Ponorogo

5 September 2022 - 19:20 WIB

Trending di Headline