Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Ngawi · 28 Okt 2019 16:39 WIB ·

Jumirin Nilai Industrialisasi Ngawi Gagal, Berikut Ketegasanya


 Jumirin Nilai Industrialisasi Ngawi Gagal, Berikut Ketegasanya Perbesar

NGAWI. Menuju Pilkada Ngawi 2020 tensi politik mulai meningkat. Masing-masing kandidat bertarung berebut rekomendasi dari partai politik. Tidak terkecuali lagi apa yang disampaikan Jumirin mantan kepala desa (Kades) Klitik, Kecamatan Geneng.

Jumirin yang sejak awal sangat terbuka bakal mendarma bhaktikan tenaga pikiranya untuk Ngawi. Apalagi ia mengaku berangkat dari rasa kekecewaan terhadap laju birokrasi kepemimpinan Bupati Ngawi Budi Sulistyono/Kanang-Ony Anwar yang dianggap gagal mensejahterakan warga masyarakatnya selama dua periode.

“Di Ngawi ini masih tinggi angka kemiskinan maupun pengangguranya. Lebih-lebih bisa dilihat bersama banyak lahan non produktif yang terbengkalai seharusnya bisa dimanfaatkan sebagai area industri. Tetapi kenyataanya sampai sekarang mana,” ujar Jumirin saat ditemui usai penyampaian visi misi bakal calon bupati di DPD Partai Nasdem Ngawi, Senin, (28/10).

Lanjut pria 47 tahun asli kelahiran Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi bahwasanya era kepemimpinan Kanang lebih mengedepankan teori daripada fakta lapangan. Misalkan keberadaan kawasan Kecamatan Pitu yang digadang sebagai wilayah industri sampai sekarang belum terbukti sama sekali dan hanya isapan jempol belaka.

Berikut visi misi Jumirin apabila mendapat amanah dari rakyat Ngawi melalui Pilkada 2020 terutama pada program prioritas. Antara lain penataan birokrasi lintas sektor yang didalamnya mempermudah alur birokrasi perijinan utamanya pengembangan perindustrian dan sektor ekonomi lainya.

Disusul menumbuhkembangkan perekonomian kerakyatan dan pendapatan daerah. Dimana bisa diaktualisasikan dengan pengelolaan aset-aset daerah dengan menyesuaikan fungsinya. Pendirian perusahaan daerah sebagai ujung tombak penambahan pendapatan daerah.

Selain itu lebih memprioritaskan pada pengembangan dunia wisata yang tidak sekedar wacana. Ditambah pengembangan UMKM disemua desa serta memfasilitasi pemasaran produk-produk unggulan masyarakat bertaraf nasional. (pr)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Forkopimda Jatim Dampingi Presiden RI Resmikan Pasar Besar Ngawi

18 Desember 2021 - 00:01 WIB

Babak Penentu, Persepon Ungguli Persekama 2-1

18 November 2021 - 15:39 WIB

Kades Bicara SDGs Minta Sebagai Leadership Pembangunan Nasional NGAWI. Desa merupakan

10 Mei 2021 - 13:42 WIB

Peduli Sesama, Dharma Wanita Kantor Imigrasi Madiun Bagikan Sembako dan Mukena

8 Mei 2021 - 14:44 WIB

Di Madiun, Penyekatan Pemudik Dilakukan Di Tiga Titik Berikut Ini

4 Mei 2021 - 14:04 WIB

Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

1 Mei 2021 - 21:17 WIB

Trending di Daerah