Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Magetan · 19 Mar 2019 15:03 WIB ·

Merasa Dicurangi, Puluhan Driver Ojol Wadul Bupati


 Merasa Dicurangi, Puluhan Driver Ojol Wadul Bupati Perbesar

MAGETAN – Merasa dicurangi aplikator, sekitar 50 driver ojek online (Ojol) berunjuk rasa di depan kantor Bupati Magetan, Selasa (19/3/2019) pagi.

Unjuk rasa bertajuk ”Aksi Solidaritas 19 Maret” tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 11.00 WIB. Sebelum sampai di kantor Bupati, para pengunjuk rasa berjalan kaki dari basecamp driver ojek online di Candirejo menuju Kantor Bupati Magetan.

Beberapa tuntutan yang ditujukan untuk aplikator antara lain : Naikkan tarif dan perbaiki skema insentif, stop perekrutan driver baru, open suspen dan transparansi suspen, kebebasan memilih bernaung (vendor/individu), perbaiki sistem menajemen aplikasi, transparansi perjanjian kemitraan, hilangkan order prioritas, jarak jemput zona merah, dan legalitas ojek online di Magetan.

“Aksi ini kami lakukan sebagai wujud protes kami sebagai driver Ojol merasa banyak dirugikan oleh aplikator, tadi sudah ketemu kepala dinas perhubungan dan beliau sudah berkenan memfasilitasi juga memediasi dengan pihak aplikator,” kata Koordinator aksi, Handreas Novianto.

Di kantor Bupati Magetan, massa pengunjuk rasa diterima oleh Sekda Kabupaten Magetan dan Kepala Dinas Perhubungan Magetan. Sekitar satu jam, perwakilan driver ojek online bertemu dengan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Magetan, Joko Trihono.

Joko mengaku menerima aspirasi para driver Ojol dan berjanji akan memfasilitasi keluhan yang telah disampaikan oleh driver Ojol.

“Kami terima aspirasi rekan-rekan driver ojek online dan akan kami bantu memfasilitasi ke aplikator tentang keluhan para driver ojek online,” ujar Joko Trihono.

Sementara, aksi serupa juga digelar di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur. Sedangkan unjuk rasa yang lebih besar dipusatkan di kantor Gubernur Jawa timur. (ant)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Kecelakaan di Madiun, Mahasiswi Asal Ponorogo Meninggal di TKP 

21 November 2022 - 13:02 WIB

Komplotan Spesialis Pencurian Pikap Diringkus Polisi

18 November 2022 - 22:32 WIB

Diduga Gelapkan Dana 2,9 M, Bendahara Koperasi Kodim Pacitan Ditahan

18 November 2022 - 14:19 WIB

Siswa SMK Penerbangan Angkasa Lanud Iswahjudi Siap Raih Prestasi di AMSO 2022

16 November 2022 - 09:23 WIB

Ingin Lulus Ujian Praktek SIM? Jangan Khawatir, Satpas Polres Madiun Beri Pelatihan Ujian Praktek SIM Gratis 

8 November 2022 - 11:43 WIB

Trending di Madiun