Menu

Mode Gelap
Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan Jaring Ikan Lumba-lumba, ABK Kapal Diperiksa Polisi Polda Jatim Antar Jenazah PMI Korban Kapal Tenggelam Malaysia ke Rumah Duka Pelajar Pacitan Meninggal Usai Tabrak Truk TNI AU

Daerah · 8 Jan 2022 18:43 WIB ·

Monitoring Vaksin Anak, Bupati Ponorogo Siapkan 71 Ribu Dosis


 Bupati Ponorogo monitoring vaksinasi anak. (Foto: Raden Lintasu.net). Perbesar

Bupati Ponorogo monitoring vaksinasi anak. (Foto: Raden Lintasu.net).

LINTAS7.NET, PONOROGO- Bupati turun langsung memantau dan memonitoring pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 tahun, demi mempercepat pencapaian target vaksinasi di Kabupaten Ponorogo.

Kali ini Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama Forpimda mengunjungi SDN 1 Mangkujayan dan SDN Bangunsari 3 Ponorogo. Bahkan vaksinasi anak, pemkab Ponoronoro menyiapkan 71 ribu dosis vaksin jenis sinovak untuk usia 6-11 tahun.

“Alhamdulillah hari ini kita target 900 dosis vaksin untuk anak usia 6 hingga 11 tahun di sekolahan dalam rangka proses percepatan vaksinasi untuk anak,” jelas Bupati Sugiri, Sabtu (8/1/2022).

Menurut dia, beberapa kendala yang dihadapi adalah perlu adanya extra informasi kepada wali murid dan orang tua terkait dengan program wajib vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, agar bisa melindungi tubuh mereka.

“Memang presentasi untuk anak-anak yang kena covid-19 masih sangat kecil tetapi mereka berpotensi. Ini yang perlu diingatkan kepada orang tua dan guru. Mudah-mudahan program vaksinasi usia 6 hingga 11 tahun bisa selesai bulan Januari tahun 2022,” kata Bupati.

Bupati juga mengungkapkan bahwa selain program vaksinasi anak usia 6-11 tahun, pemkab mempersiapkan pelaksanaan program vaksinasi untuk lansia setelah. Dia berharap semua program vaksinasi segera bisa diselesaikan untuk membangun kekebalan imunitas kelompok. Lanjut dia, untuk kasus positif di Kabupaten Ponorogo sudah tidak ada dan sekarang masuk level 2.

Sementara itu, Harmawati salah satu wali murid mengungkapkan bahwa awalnya dia merasa takut dan kuatir karena anaknya masih berusia 7 tahun. Namun berkat penjelasan yang humanis yang mudah dipahami dari para guru dan petugas vaksinator, dia akhirnya mantab memberikan ijin bagi anaknya untuk vaksinasi covid-19.

“Saya awalnya merasa takut dan ragu untuk mengizinkan anak saya di suntik vaksin tetapi keraguan itu sirna setelah anak saya disuntik. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa. Semoga saya dan keluarga bisa terhindar dari paparan virus covid 19,” ungkap ibu Harmawati. (el)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Johan Budi Perjuangkan Reog Jadi Warisan Budaya Dunia

15 Januari 2022 - 17:16 WIB

Satu Mimpi Bupati Tercapai. Ada Hotel Sekelas Bintang Empat di Ponorogo

15 Januari 2022 - 14:23 WIB

Libatkan Pengajar dari Oxford, Transformasi Pendidikan ala Giri Tuai Pujian

13 Januari 2022 - 21:27 WIB

Kang Giri Spontan Selamatkan Warga yang Terjatuh Di Jalanan

11 Januari 2022 - 16:41 WIB

Tak Ada Kesengajaan, ABK Penangkap Lumba-lumba Dipulangkan

10 Januari 2022 - 12:25 WIB

Antisipasi Penularan DBD, Warga Fogging Mandiri

10 Januari 2022 - 10:24 WIB

Trending di Daerah