MAGETAN – Wacana Bupati Magetan Suprawoto untuk merubah lantai dua Pasar Baru (PB) menjadi Mal Pelayanan Publik satu atap sudah tinggal selangkah lagi.
Kunjungan Humas PemKab Magetan dan awak Media di Kabupaten Magetan ke Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Banyuwangi bisa dijadikan tolak ukur, bahwa Pemkab Magetan sangat serius bakal menggarap proyek tersebut.
Meski baru beroperasi sekitar setahun, tepatnya mulai tanggal 7 Oktober 2017, Mal Layanan Publik PemKab Banyuwangi sudah memiliki 12 Komponen Layanan Lintas Sektoral dan 11 Komponen Layanan Organisasi Perangkat Daerah ( OPD) PemKab Banyuwangi yang totalnya mencapai 199 layanan.
“Mal Pelayanan Publik ini dulu kita punya 88 layanan, tapi sekarang kita sudah punya 199 layanan,” kata Fatah Hidayat, Kepala Sub Unit Tata Usaha Mal Pelayanan Publik PemKab Banyuwangi, Jumat ( 8/3).
Tidak hanya mengurus perijinan saja, mengenai pembayaran pengurusan ijin tersebut, Mal publik Banyuwangi juga sudah menyediakan stand Bank di dalam Mall.
”Kita juga sudah ada layanan Bank disini, pemohon yang akan melakukan pembayaran bisa langsung membayar ke stand Bank yang sudah disediakan,” jelas Fatah Hidayat.
Sementara itu ditempat yang sama, Kepala bagian ( Kabag) Humas dan Protokol PemKab Magetan, Wahyu Saptawati Budi Utami, mengaku bahwa Kunjungan Ke Mal Pelayanan Publik PemKab Banyuwangi kali ini juga akan dijadikan referensi pendirian Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Magetan.
”Dari studi banding ke Mal Pelayanan Publik di PemKab Banyuwangi saat ini, dapat kita modifikasi dan diterapkan di Kabupaten Magetan,” ujar Kabag Humas PemKab Magetan.
Wahyu menjelaskan, meski kloning sistem dengan Banyuwangi tersebut tidak harus sama persis, namun bisa dimodifikasi sesuai kondisi yang ada di Magetan.
“Kita amati, tiru dan modifikasi. Layananya juga kita sesuaikan dengan kondisi di Kabupaten Magetan,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, PemKab Magetan tahun ini menargetkan beroperasi Mal Pelayanan Publik satu atap untuk Masyarakat Kabupaten Magetan. Rencananya PemKab bakal menyulap lantai dua Pasar Baru (PB) yang selama ini belum berfungsi maksimal, karena hanya digunakan untuk stand-stand pedagang. Baik stand pedagang pakaian, stand wahana mainan dan juga beberapa stand lainya. (ton)