Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Sep 2021 16:30 WIB

·

Pacitan Berpotensi Diterjang Gelombang Tsunami 28 Meter?


					Pacitan Berpotensi Diterjang Gelombang Tsunami 28 Meter? Perbesar

LINTAS7.NET, PACITAN-Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta agar prediksi bencana yang disampaikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperhatikan dengan sungguh-sungguh, termasuk terkait potensi ancaman tsunami di pantai Selatan Jawa. Salah satunya adalah Kabupaten Pacitan yang berpotensi besar terdampak bencana gelombang tinggi.

Saat kunjungan Apel Kesiapan Simulasi Uji Rambu Dan Evakuasi Sementara di Pacitan Sabtu (11/09/21), Risma mengatakan kalau dilihat geografisnya di sepanjang pantai selatan itu semuanya paling terdampak, tapi kalau di identifikasi paling banyak korban adalah wilayah Pacitan karena lokasi kota Pacitan di tengah-tengah teluk.

“Menurut teori teluk akan memperkuat arus dari gelombang tinggi dibandingkan daerah lain. Maka tadi kita lakukan simulasi termasuk di beberapa daerah lain sudah kita lakukan cuma secara geografis dampaknya yang paling besar adalah wilayah Pacitan, “kata Mensos.

Risma menambahkan, dari hasil simulasi tadi minimal masyarakat tahu mereka akan lari kemana melalui jalur evakuasi yang sudah dipersiapkan, agar supaya tidak kacau mereka mengetahui titik lokasi pengungsian dan menyiapkan titik-titik baru.

“Semuanya harus siap, mudah-mudahan tidak terjadi tapi tidak ada salahnya jika kita menyiapkan diri. Banyak negara yang melakukan kegiatan seperti itu, tapi karena persiapan mereka matang ya ternyata bisa selamat meski diterjang berbagai macam bencana alam seperti itu, “papar Risma.

Kepala BMKG Pusat Dwikorita Karnawati memaparkan, skenario terburuk untuk wilayah pantai Pacitan ketinggian gelombang 28 meter, waktu datang kurang lebih 30 menit, tinggi genangan 15 sampai 16 meter, itu potensi dan belum tentu terjadi itu sengaja dipilih itu skenario terburuk untuk latihan.

“Kalau latihannya sudah diambil potensi yang terburuk dan terparah kalau nanti terjadinya kurang dari itu diharapkan semakin cekatan dan terampil, “jelas Kepala BMKG.

“Rekomendasi dari BMKG adalah memberikan jalur evakuasi yang jelas dengan rambu-rambunya. Kemudian potensi masuknya tsunami sangat jauh hingga 6 kilometer ke alun-alun, maka untuk lari ke tempat yang tinggi perlu waktu yang sama pada waktu tersisa 30 menit dibuatkan semacam tempat evakuasi sementara agar bisa segera naik ke atas jadi perlu ada tempat vertikal untuk bagian tengah. Sementara untuk bagian pinggir segera lari ke bukit dan dari pantai ke arah bukit jika terhalang sungai perlu ada jembatan serta latihan-latihan kebencanaan yang rutin,” pungkasnya (RIS/IS/red)

Artikel ini telah dibaca 112 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Polda Jatim Beri Beasiswa dan Angkat Orang Tua Asuh Untuk 7.044 Anak Korban Covid 

17 September 2021 - 16:46 WIB

KAPOLDA APREASIASI VAKSINASI KABUPATEN PONOROGO

17 September 2021 - 15:22 WIB

Ditlantas Polda Jatim Luncurkan Program Satu Polantas Satu Anak Yatim Piatu 

17 September 2021 - 14:56 WIB

Kapolda Jatim Cek Vaksinasi di Gedung Sasana Praja Ponorogo

17 September 2021 - 14:45 WIB

Polres Pacitan Angkat Anak Yatim Piatu Yang Orang Tuanya Meninggal Dunia Karena Terpapar Covid-19

17 September 2021 - 10:49 WIB

Forkopimda Jatim Sasar Vaksinasi Lansia di Magetan

16 September 2021 - 18:50 WIB

Trending di Magetan