Nasional

Jumat, 11 Juni 2021 - 22:48 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Panglima TNI dan Kapolri Beri Arahan Penanganan Covid-19 di Bangkalan

LINTAS7.NET, JAWA TIMUR – Panglima TNI Marsekal Hadi TjahjantHadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan pengarahan kepada Pangdam V Brawijaya, dan Kapolda Jawa Timur terkait penanganan covid-19 di Jawa Timur, di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Jumat (11/6/2021).

Kegiatan tersebut juga dihadiri Pangkogabwilhan II, Asops Panglima TNI, Kababek TNI, Kapuspen TNI, Kapuskes TNI, Kasgartap III, Danpuspenerbal, Danlantamal V/Surabaya, Danrem 084/BJ, Asops Kapolri, Kadiv Propam Polri, Kadiv Humas Polri, Kakor Binmas Polri, Wakabareskrim, Karumkit TK1 Polri, Karokorwas PPNS.

Pangdam V/Brawijaya memaparkan situasi penyebaran covid serta langkah – langkah penanganan penyebaran covid-19 di Jawa Timur, terjadi peningkatan kasus aktif.

“Ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, mencapai 80%. Untuk itu kami berupaya menyediakan tempat isolasi mandiri di Balai Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS), Balai Diklat Pemda Bangkalan, dan Universitas Bangkalan,” papar Pangdam V Brawijaya.

Upaya yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, di antaranya penerapan 3M Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan 3T Testing , Tracing, Treatment. Pengendalian Kasus dengan optimalisasi fungsi PPKM Mikro, memastikan ketersediaan BOR, pemberian sembako serta peningkatan Vaksinasi.

Sementara, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam kegiatan tersebut pengarahan untuk pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan terhadap lansia, karena porsentase angka kematiannya tinggi.

“Isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan yang ketat supaya tidak menjadi faktor pemicu meningkatnya penyebaran,” kata Marsekal Hadi Tjahjanto.

“Laksanakan briefing terhadap anggota yang melaksanan tugas supaya memahami tugas pokok dalam penanganan covid-19,” perintah Panglima TNI.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menambahkan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan sudah mulai terkoordinir dan terorganisir, serta sinergitas dalam penanganan covid-19 harus tetap dijaga.

“Menurut analisa Presiden Jokowi, kita lemah di testing dan tracing, dan kuat di treatment. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam penanganan covid-19 kedepan,” kata Kapolri.

“Pelaksanaan optimalisasi PPKM Mikro terutama di daerah dengan angka sebaran covid-19 yang tinggi. Tes PCR supaya dioptimalkan pelaksanaannya, agar proses tes PCR hasilnya tidak lebih dari 1 hari,” perintah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri menegaskan, dalam penanganan manajemen covid-19 harus bagus mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pada tahap pengawasan.

“Penanganan lonjakan penyebaran covid-19 di Bangkalan, bisa menjadi role mode dan diadopsi oleh wilayah lain apabila mengalami hal serupa, mulai dari pembagian rayonisasi, pengorganisasian hingga penanganan lainnya,” pungkas Kapolri. (win/red)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya