Menu

Mode Gelap
Asyik Nongkrong di Warung Saat Jam Sekolah, Belasan Pelajar di Madiun Terjaring Razia Satpol PP BST 2023 Lebih Singkat, Cepat dan Tepat Sasaran Operasi Zebra Semeru 2023 Resmi Digelar Mulai Hari Ini  Meriahnya Puncak Peringatan HUT ke 78 RI di Desa Tulung Pesta Rakyat IM3 di Kota Madiun, Meriah dan Bertabur Hadiah

Infrastruktur · 22 Nov 2022 09:56 WIB ·

Penghijauan Untuk Memperkuat Hutan Sebagai Penyangga Air


 Penghijauan Untuk Memperkuat Hutan Sebagai Penyangga Air Perbesar

LINTAS7.NET, PACITAN-Panjang benang penanganan banjir kota diakui DPUPR setempat. Tak semudah membalik telapak tangan, beragam skema pencegahan luapan saluran irigasi tersebut satu demi satu telah dilakukan. Sayang, layaknya lingkaran setan, masalah serupa kerap terulang hingga banjir tak kunjung rampung diselesaikan.

Kita kan kayaknya belum selesai, belum selesai terus, bukan berarti kita tidak selesaikan, sebenarnya sudah selesai tetapi yang jadi masalah itu datang lagi-datang lagi, jadi akhirnya kayak gak selesai,”ujar Kepala DPUPR Pacitan Suparlan.

Suparlan mengamini beberapa penyebab banjir kota tersebut tak kunjung rampung ditangani. Mulai sampah yang dibuang sembarang disaluran air, hingga banyaknya walet yang membuat irigasi dangkal. Ditambah derasnya hujan yang guyur Pacitan kota dalam satu waktu, membuat skema penanganan yang dilakukan saban waktu seakan sia-sia. Masukan dari PMII tadi (kemarin, Red) juga baik, seperti penanganan sampah, irigasi yang menyepit sampai reboisasi, dan itu sudah masuk dalam rencana kerja kami semua dan sudah kita lakukan,”terangnya.

Beberapa skema jangka panjang, lanjut Suparlan turut disiapkan DPUPR. Pengadaan bozem contohnya, tampungan air buatan tersebut rencananya bakal dibangun di kelurahan Pucangsewu. Masih sebatas kajian, pihaknya belum bisa pastikan rinci, pengalihan air dari sungai Kunir dan Kali Tani ke waduk buatan tersebut mampu atasi masalah banjir kota. Bozem belum finalisasi masih dikaji, apakah nanti banjir kota tuntas atau hanya mengurangi kita belum bisa beberkan,”katanya.

Terpisah, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menambahkan, pemkab berencana pengadaan ekskavator mini entaskan masalah walet irigasi. Dengan peralatan tersebut diharapkan pengerukan sedimentasi pada sistem drainase kota depat dilaksanakan secara berkala. Selain program jangka panjang akan dilakukan penghijaun untuk memperkuat hutan sebagai penyangga air.

“Kita akan terus berupaya namun jika curah hujan berlebih, luapan itu pasti tidak terelakan, “imbuhnya. (SDN)

Artikel ini telah dibaca 44 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Turnamen Bola Voli AHY #2 Disambut Antusias Masyarakat

3 September 2023 - 18:17 WIB

LBH GP Ansor Laporkan Youtube @sunnahnabi1 ke Polres Pacitan

20 Agustus 2023 - 11:21 WIB

Museum dan Galeri Seni SBY-ANI Jadi Kado Spesial HUT ke-78 Kemerdekaan RI

17 Agustus 2023 - 21:19 WIB

Museum dan Galeri Seni SBY-Ani Diresmikan 17 Agustus 2023 Akan Dihadiri 800 Tamu Undangan

12 Agustus 2023 - 18:00 WIB

Unggahan Pelayanan RSUD Dr. Darsono Pacitan Yang Dikeluhkan Warga di Jejaring Sosial Masih Dibanjiri Komentar Netizen

12 Agustus 2023 - 10:35 WIB

Viral RSUD Dr. Darsono Pacitan Jam 8.30 Tidak Ada Petugas

11 Agustus 2023 - 13:06 WIB

Trending di Daerah