Daerah Nasional Pacitan Pemerintahan Peristiwa

Minggu, 21 Februari 2021 - 19:12 WIB

1 minggu yang lalu

logo

Sentil Pemasang Spanduk, Apa Dapat Makan dari Memprovokasi?

Spanduk di Kelurahan Pacitan

Spanduk di Kelurahan Pacitan

LINTAS7.NET,PACITAN– Kabupaten Pacitan yang adem ayem mendadak riuh beberapa waktu terakhir. Salah satu pemicunya adalah bantuan keuangan khusus Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dituangkan dalam rencana hibah pembangunan museum kepresidenan SBY di Pacitan.

Meski proses perencanaan dan penganggaran bantuan sesuai aturan seperti halnya pemugaran museum Bung Karno di Blitar senilai 40 Milliar, tetapi protes tak berhenti.

Tak hanya melalui sosial media, protes juga diwujudkan dalam bentuk spanduk. Setelah spanduk di kawasan museum SBY dicopot, kini muncul spanduk di Jl Gatot Subroto, Kelurahan Ploso dan Jl. Veteran Kelurahan Pacitan.

Keberadaan spanduk bernada provokasi itu mengundang reaksi masyarakat. Salah satunya Ansori, warga Kelurahan Ploso, Pacitan. Dia menilai pemasang spanduk hanya butuh makan tak peduli masa depan Pacitan.

“Kalau melihat (spanduk) ini mungkin kepentingannya bukan untuk Pacitan. Dan sangat mungkin pemasang spanduk dapat uang kalau berhasil menciptakan kegaduhan,” katanya.

Ansori meminta masyarakat makhlum. Sebab, tak menutup kemungkinan melalui spanduk itulah mereka dapat apreasiasi.

“Apresiasinya dari mana, pasti bukan rakyat Pacitan yang menginginkan kemajuan. Normalnya kota kita ini butuh pembangunan besar untuk menarik wisatawan dunia yang otomatis mendongkrak ekonomi,” tambahnya.

Pria yang berprofesi sebagai driver pribadi itu ragu pemerintah daerah akan mampu membangun icon pariwisata seperti Museum Kepresidenan SBY.

“Uang 9 Milliar itu kalau untuk pengembangan wisata apa cukup? Coba dilihat berapa nilai investasi Pak SBY untuk pembangunan museum itu pasti ratusan milliar. Apa kalau wisatawan mancanegara mengunjungi museum, masyarakat tidak dapat manfaatnya, pasti dapat. Efek positif itu yang diabaikan pemasang spanduk,” tegas Ansori.

Ansori menyampaikan harapannya agar masyarakat tak mudah terprovokasi dengan isu yang beredar tanpa data dan fakta.

“Harusnya Pacitan diperlakukan sama dengan Blitar yang juga boleh membiayai pembangunan museum. Apalagi tujuan akhirnya sama-sama meningkatkan kunjungan wisatawan baik di Blitar maupun Pacitan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 242 kali

Baca Lainnya