Menu

Mode Gelap

Headline · 22 Jun 2021 14:07 WIB

·

Sindikat Pembuat Ijazah Palsu Dibongkar Ditreskrimsus Polda Jatim


					Sindikat Pembuat Ijazah Palsu Dibongkar Ditreskrimsus Polda Jatim Perbesar

LINTAS7.NET, JAWA TIMUR – Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar konferensi pers tentang penjualan hasil manipulasi dan atau pemalsuan data berupa ijazah melalui media sosial (Medsos) Facebook (FB), Instagram (IG) dan juga Whatshapp (WA), Selasa (22/6/2021) siang.

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan, kasus tersebut terjadi sekitar bulan Mei tahun 2021. Dari pengungkapan ini, subdit V/siber ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan dua orang tersangka.

“Keduanya melakukan aktifitas Illegal memalsukan ijazah dan menawarkan pembuatan ijazah palsu di medsos. Dari pengakuan kedua pelaku, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, saat rilis di Bid humas Polda Jatim, Selasa (22/6/2021) siang.

Sementara itu AKBP Zulham, Wadirreskrimsus polda Jatim menjelaskan, bahwa modusnya sejak akhir tahun 2019, dua pelaku menawarkan di medsos. Ada 9 jenis produk yang dibuat oleh kedua pelaku dengan variasi harga yang berbeda-beda.

“Untuk ijazah SD dipatok 500 ribu, SMP 700 ribu, SMA/SMK 800 ribu, ijazah S1 2 juta, ijazah S2 2,5 juta, KTP 300 ribu, KK 300 ribu, akta kelahiran 250 ribu dan sertifikat pelatihan satpam 500 ribu,” jelas AKBP Zulham.

Dua pelaku yang berhasil diamankan yakni, MW (32) warga Jalan Kesambi Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan Madura dan BP, (26) warga Jalan Kedinding Lor Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.

Ditambahkan Zulham, kedua pelaku memang sengaja menawarkan kepada orang-orang yang ingin mendapatkan pekerjaan dengan syarat-syarat tertentu. Zulham mengatakan, beberapa orang sudah diperiksa. Sementara orang-orang yang menggunakan jasa kedua pelaku masih dalam pelacakan.

Untuk memesan ijazah palsu dari pelaku, korban cukup menelepon tersangka BP dan memesan ijazah. Dan hanya mengirimkan nama juga gelar yang diinginkan dan tidak ada identitas lengkap.

“Tersangka BP berperan aktif dan dia yang mencetak sedangkan MW juga melakukan mencetak ijazah palsu. Sejak operasional tahun 2019 keduanya sudah mendapatkan keuntungan 86 juta,” pungkasnya.

Atas perbuatan kedua tersangka, mereka akan dikenakan Pasal 35 Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 263 Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (*/win/red)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Panglima TNI dan Kabaharkam Polri, Didampingi Forkopimda Jatim Cek Penggunaan Aplikasi Tracer Silacak 

31 Juli 2021 - 19:03 WIB

Warga Terima Bantuan KUMHAM Peduli Kumham Berbagi Imigrasi Ponorogo

30 Juli 2021 - 09:04 WIB

Kantor Imigrasi Kelas II Madiun Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19 

29 Juli 2021 - 19:14 WIB

Sinergitas Forkopimda Jatim dan Segenap Elemen Sukseskan Serbuan Vaksinasi

29 Juli 2021 - 18:35 WIB

Kapolda Jatim Pantau Vaksinasi di Kampus Ubhara Surabaya

29 Juli 2021 - 18:29 WIB

Naik Motor, Pangdam dan Kapolda Jatim Cek Penanganan Pasien Covid di Kabupaten Gresik

29 Juli 2021 - 18:25 WIB

Trending di Nasional