Situs Purbakala Ditemukan di Desa Metesih

- Jurnalis

Jumat, 19 Juli 2019 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lintas7.net, MADIUN – Sebuah batu yang diduga kuat merupakan prasasti peninggalan jaman purbakala ditemukan di Desa Metesih, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Batu andesit berbentuk lempengan dengan panjang 1,7 meter, lebar 25 cm dan berdiameter 50-60 cm tersebut ditemukan di belakang rumah salah seorang warga desa setempat.

Ajar Putro Dewantoro, tim pelestari budaya Desa Metesih mengatakan, sebelumnya warga tidak menduga jika batu tersebut merupakan sebuah prasasti.

Ajar menjelaskan, mulanya tim pelestari budaya Desa Metesih bersama komunitas HVN (Histori Van Madiun) melakukan pengecekan terhadap benda atau batu yang biasa disebut warga dengan sebutan batu gilang dibeberapa lokasi di Desa Metesih.

Namun, setelah dilakukan pengecekan ternyata batu tersebut adalah prasasti yang kemungkinan besar merupakan peninggalan era kerajaan Medang.

Baca Juga :  Suguhan Keindahan Alam Pegunungan, Sensasi Petik Kopi Senikmat Cita Rasa Kopi Nawangan

“Mulanya kami dari pelestari budaya Desa Metesih dan HVM (Histori Van Madiun) melakukan pengecekan terhadap penemuan yang selama ini warga sebut dengan batu gilang. Namun ternyata setelah kami cek ternyata batu itu merupakan sebuah prasasti yang kemungkinan peninggalan era kerajaan Medang,” kata Ajar Putro ketika ditemui di lokasi penemuan prasasti, Jum’at (19/7/2019).

Tak hanya itu, di lokasi berbeda juga ditemukan peninggalan lain yang ditemukan di dusun Koci yang berjarak kurang lebih 800 meter dari lokasi penemuan prasasti. Di lokasi dusun Koci yang ditemukan merupakan Yoni, Umpak dan sebuah Lumpang.

Baca Juga :  Personel Lanud Iswahjudi Tangkap Penyusup

“Kami sudah melaporkan kepada OPD terkait yang ditembuskan kepada pak Bupati Madiun,” ujarnya.

Selain temuan situs purbakala tersebut, diduga di wilayah Desa Metesih masih banyak peninggalan sejarah seperti yang telah ditemukan. Diharapkan pihak terkait turun tangan melakukan penelitian atas temuan yang diklaim sebagai penemuan terbaru dan berbeda dengan yang pernah ditemukan sebelumnya.

“Kalau nanti ini bisa dibaca oleh Badan Cagar Budaya JawaTimur yang ada di Trowulan, nanti kita pasti akan mengetahui bersama apa dibalik prasasti ini dan kemarin setelah kami cek di lapangan, tim dan relawan sudah mengirimkan surat kepada OPD terkait yang langsung ditembuskan ke Bupati,” ujarnya. (ant)

Berita Terkait

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”
Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut
Antisipasi Penyebaran Leptospirosis Melalui Lokakarya Mini di Kecamatan Ngadirojo
Aksi Hijau Hari Bumi, PLN NP UP Pacitan Tanam Cemara dan Pandan Laut
PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 23:20 WIB

Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Kamis, 30 April 2026 - 19:12 WIB

Sinergi Sekolah dan Orangtua: SMPIT Al-Wakil Gelar Parenting “Mendidik Generasi Bijak Digital”

Kamis, 30 April 2026 - 12:00 WIB

Upacara Adat ‘Jangkrik Genggong’ Wujud Syukur dari Hasil Laut

Berita Terbaru

Daerah

Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:58 WIB