Urgen! Korban Banjir Ngawi, Butuh Pembalut, Popok dan Lilin

- Jurnalis

Jumat, 8 Maret 2019 - 23:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGAWI – Diyakini untuk sekarang ini kebutuhan yang sangat urgen atau diperlukan para korban banjir tidak lain pembalut dan lilin penerangan. Ungkap salah satu korban banjir warga Desa Kersikan, Kecamatan Geneng, Ngawi yang masih bertahan dirumahnya mengatakan sangat memerlukan pembalut/popok anak-anak dan lilin.

“Kalau makanan saya kira masih cukup yang dibutuhkan popok (pembalut – red) dan lilin. Soalnya lampu listriknya sejak dua hari lalu padam,” terang Sartini, Jum’at, (08/03/2019).

Alasanya, mau membeli keluar ke toko ataupun pasar akses jalanya terisolasi genangan banjir setinggi 60 centimeter sampai 1 meter lebih. Dari tiga hari ini rata-rata yang diterima hanya sebatas nasi bungkus dan mie instan.

Baca Juga :  Tingkatkan Mutu Pembinaan Kerohanian, Lapas Kelas IIB Pasuruan Rutinkan Program Pengajian untuk WBP

“Tolong ya mas sampaikan kalau mau mengirim bantuan yang ada popok sama lilin. Susah pokoknya kalau punya anak kecil-kecil seperti saya ini,” ungkapnya.

Sartini menambahkan, banjir kali ini merupakan terparah sejak 12 tahun lalu tepatnya 2007. Untuk mengantisipasi datangnya banjir bebernya, tidak ada persiapan sama sekali sehingga hanya mampu bertahan dirumahnya yang terendam banjir hampir seukuran dada orang dewasa.

Sementara Eko Heru Tjahjono Kepala BPBD Ngawi bantuan yang sudah terkumpul mampu memenuhi kebutuhan para korban banjir. Ia membenarkan, bantuan yang disalurkan BPBD sifatnya variatif mulai selimut, pembalut, dan makanan siap saji dan sebagian diantaranya lilin.

Baca Juga :  600KK Dinden Ngawi, Terisolasi Banjir

“Sejauh ini masih tercukupi namun bantuan masih kita butuhkan terutama pakaian anak-anak termasuk pembalut itu,” terang Heru.

Kemudian banjir memasuki hari ketiga ini tercatat sesuai data terakhir BPBD Ngawi menenggelamkan 3.825 rumah dari 25 desa dan 6 kecamatan meliputi Kwadungan, Pangkur, Karangjati, Padas, Ngawi Kota dan Geneng. Dari data itu, 3.807 Kepala Keluarga (KK) diantaranya harus dievakuasi dari total 6.090 KK. (en*)

Berita Terkait

SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa
KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh
PLN Nusantara Power UP Pacitan Gandeng Kejari, Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
Bakorwil III Malang Terima Keris Pusaka Presiden Prabowo Dan Menteri Kebudayaan, Tandai Perayaan Hari Keris Nasional 2026
Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:35 WIB

SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:13 WIB

Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong

Senin, 18 Mei 2026 - 23:20 WIB

Citra Margaretha Kecewa Rumahnya Digeledah KPK: Saya Sudah Dijadwalkan Diperiksa

Senin, 18 Mei 2026 - 16:41 WIB

KPK Geledah Rumah Pengusaha Sukses Asal Pacitan, Warga Desa Bangunsari Heboh

Berita Terbaru