Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTS7.NET, PACITAN – Pemanfaatan energi terbarukan mulai diterapkan untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Pacitan. Salah satunya melalui penggunaan pompa irigasi bertenaga surya di Desa Menadi, Kecamatan Pacitan, yang memanfaatkan energi matahari untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian.

Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sistem pengairan pertanian yang lebih efisien, hemat biaya, dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga, pompa irigasi dapat mengalirkan air ke sawah dan ladang tanpa harus bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) maupun jaringan listrik PLN.

Kehadiran teknologi tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh akses air yang lebih mudah sekaligus mengurangi beban biaya operasional dalam kegiatan pertanian. Selama energi matahari tersedia dan sistem berfungsi dengan baik, pompa dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan sesuai kapasitas serta kondisi teknis di lapangan.

Kepala Desa Menadi, Sindu Lasmadi, menyambut positif pemanfaatan teknologi irigasi bertenaga surya tersebut. Menurutnya, inovasi ini berpotensi memberikan manfaat bagi petani, khususnya dalam memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian tanpa terlalu bergantung pada sumber energi konvensional.

Baca Juga :  14 Nama Kandidat, Sinyal Demokrat Jadi Primadona?

“Pemanfaatan energi matahari untuk irigasi ini merupakan langkah positif bagi sektor pertanian di Desa Menadi. Dengan teknologi ini, diharapkan petani dapat memperoleh kemudahan dalam pengairan lahan sekaligus menekan biaya operasional karena tidak sepenuhnya bergantung pada BBM maupun listrik PLN,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan usaha tani. Pengairan yang memadai dibutuhkan untuk menjaga pertumbuhan tanaman, terutama ketika curah hujan tidak menentu atau lahan membutuhkan pasokan air tambahan.

Karena itu, pemanfaatan teknologi irigasi berbasis energi terbarukan diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mendukung keberlanjutan pertanian di tingkat desa.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Harapannya, pengairan semakin terbantu, produktivitas pertanian meningkat, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap kesejahteraan petani di Desa Menadi,” tambah Sindu.

Selain berpotensi menekan pengeluaran untuk bahan bakar dan listrik, penggunaan energi matahari juga memiliki keunggulan dari sisi lingkungan. Sistem ini tidak menghasilkan emisi langsung saat beroperasi, sehingga menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pompa berbahan bakar fosil.

Baca Juga :  Urus Izin Tinggal Makin Mudah, Ada Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Inovasi Terbaru Kantor Imigrasi Madiun

Bagi petani, keberadaan sistem pengairan yang memadai dapat membantu menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian, mengurangi risiko terganggunya pertumbuhan tanaman akibat kekurangan air, serta mendukung optimalisasi pemanfaatan lahan.

Meski demikian, keberhasilan penerapan irigasi tenaga surya tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala. Ketersediaan sumber air, kapasitas pompa, kondisi jaringan distribusi, serta kebutuhan pengairan harus tetap diperhatikan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Melalui pemanfaatan teknologi ini, Desa Menadi menunjukkan potensi pengembangan pertanian yang memadukan teknologi tepat guna dengan energi bersih. Jika dikelola secara berkelanjutan, irigasi tenaga surya diharapkan mampu mendukung efisiensi usaha tani, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di wilayah pedesaan.

Ke depan, inovasi serupa berpotensi menjadi salah satu alternatif pengembangan infrastruktur pertanian, terutama di wilayah yang membutuhkan solusi pengairan efisien dan memiliki potensi energi matahari yang memadai.

Berita Terkait

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami
Menjelajahi Muara Ngiroboyo dengan Paddle Board, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Alam Pacitan
Mulai 2027, Akses Bansos Pacitan Disiapkan Berbasis Digital
Perkuat Tata Kelola Informasi Kebencanaan, BPBD Pacitan Kolaborasi dengan PWI
Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan
APBD Pacitan 2027 Diproyeksikan Rp1,54 Triliun, Belanja Operasi Mendominasi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:00 WIB

PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Menjelajahi Muara Ngiroboyo dengan Paddle Board, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Alam Pacitan

Berita Terbaru