LINTAS7.NET, PACITAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mengunjungi Kabupaten Pacitan, Rabu–Kamis (21–22/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Pemprov Jatim menyalurkan bantuan sosial senilai Rp11,4 miliar serta menjalankan berbagai program pembangunan infrastruktur dengan nilai sekitar Rp22 miliar.
Pada Kamis (22/10), Khofifah mengawali agenda dengan membuka bakti sosial kesehatan di Gedung Karya Dharma, Pendapa Kabupaten Pacitan. Kegiatan tersebut meliputi khitan massal bagi 100 anak dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk 200 orang.
Selanjutnya, Khofifah menghadiri puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur di Pondok Tremas, Kecamatan Arjosari.
Khofifah menjelaskan, Pondok Tremas dipilih karena memiliki sejarah panjang dalam melahirkan ulama besar, salah satunya Maulana Asy-Syekh Muhammad Mahfudz at-Tarmasi yang pernah mengajar di Masjidil Haram. Karya-karyanya dalam bidang hadis dan fikih hingga kini menjadi rujukan keilmuan Islam di berbagai negara.
“Ini menjadi kekuatan kenapa kita melaksanakan Hari Santri di sini,” ujar Khofifah.
Ia menyebut sanad keilmuan Syekh Mahfudz at-Tarmasi memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh besar, di antaranya pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, serta pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan.
Mengusung tema Santri Menguatkan Negeri, Menuju Indonesia Emas, peringatan HSN menjadi momentum mendorong santri menguasai ilmu pengetahuan, teknologi informasi, dan inovasi, sekaligus melanjutkan semangat perjuangan Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 melalui pengabdian kepada masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga memberikan penghargaan kepada santri dengan kelulusan tercepat dan terbaik serta menyerahkan beasiswa.
Bantuan Sosial Rp11,4 Miliar
Usai menghadiri peringatan HSN, Khofifah kembali ke Pendapa Kabupaten Pacitan untuk menyerahkan bantuan melalui program Sapa Bansos senilai Rp11,4 miliar.
Bantuan tersebut mencakup sektor pertanian, infrastruktur, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan alat dan mesin pertanian terdiri atas empat unit corn sheller, empat unit power thresher, satu unit motor roda tiga, satu unit rice transplanter, dan satu unit traktor tangan.
Selain itu, disalurkan 200 drum aspal untuk pembinaan jalan kabupaten, paket gizi pencegahan stunting, rombong usaha, serta zakat produktif.
Program lainnya meliputi asistensi sosial bagi penyandang disabilitas, Desa Berdaya, bantuan keuangan desa, pemberdayaan nelayan, PKH Plus bagi lansia, bantuan masyarakat miskin ekstrem, kewirausahaan inklusif Putri Jawara, bantuan tunai fakir miskin, bedah rumah, serta program Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Dukungan juga diberikan kepada pendamping PKH Plus, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Pelayanan publik turut dihadirkan, meliputi dukungan psikososial bagi anak, pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), dan layanan agen Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
“Harapan kita semua bisa menjadi bantalan sosial, dan ada juga yang sifatnya pemberdayaan ekonomi. Jadi ada yang charity, ada yang empowerment,” terang Khofifah.
Tinjau Pendidikan, Bedah Rumah, dan Pasar Murah
Agenda berikutnya, Khofifah mengunjungi SMKN 2 Pacitan untuk meninjau pencairan dan penyerahan bantuan biaya pendidikan bagi murid afirmasi serta pelaksanaan program SIKAP.
Ia kemudian menuju Lingkungan Ngampel, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan, untuk meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Suliyem.
“Semoga segera jadi dan bisa ditempati,” tandasnya.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan meninjau pasar murah di halaman Kantor Kecamatan Pacitan. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mengendalikan inflasi.
“Ini penetrasi pengendalian inflasi. Jadi ini kita lakukan di berbagai tempat, dulu juga sudah di Pacitan,” ungkapnya.
Resmikan Jalan Desa Kasihan
Sehari sebelumnya, Rabu (21/10) petang, Khofifah meresmikan jalan di Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo, yang merupakan bagian dari rute gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Peresmian dirangkai dengan penandatanganan tiga prasasti pembangunan, yakni jalan di Desa Kasihan, jembatan di Kecamatan Sudimoro, dan bronjong di Desa Karangrejo, Kecamatan Arjosari.
Khofifah juga membuka kran pipanisasi secara simbolis di Desa Kasihan sebagai upaya memperluas akses air bersih bagi warga terdampak kekeringan. Bantuan air bersih turut disalurkan di Lapangan Ngebrakmilon, Dusun Sidomakmur, desa setempat.
Program pembangunan infrastruktur dan penanganan air bersih tersebut memiliki nilai sekitar Rp22 miliar. Dukungan ini diharapkan memperkuat infrastruktur wilayah sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi kekeringan.
Melalui rangkaian kunjungan tersebut, Pemprov Jatim berharap bantuan dan program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pacitan, mulai dari peningkatan pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan ekonomi warga.






