Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan Tabletop Exercise (TTX) Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Tsunami Bidang Kesehatan pada selama bulan Oktober 2026 ini. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan serta meningkatkan kapasitas penanganan kedaruratan kesehatan apabila terjadi bencana tsunami.

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Sosial, serta Palang Merah Indonesia (PMI).

Pelibatan berbagai instansi tersebut penting mengingat Kabupaten Pacitan merupakan salah satu wilayah pesisir selatan Jawa Timur yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana tsunami.

Kondisi ini menuntut kesiapan yang terencana, terkoordinasi, dan terintegrasi, khususnya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustikoaji, menegaskan bahwa kesiapsiagaan sektor kesehatan merupakan bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya mencakup proses evakuasi dan penyelamatan korban, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, ketersediaan logistik medis, serta mekanisme koordinasi antarlembaga.

Baca Juga :  Pengadilan Negeri Pacitan Tolak Gugatan Warga Terhadap Bupati, Sebut Cacat Formil dan Ambigu

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa sektor kesehatan memiliki perencanaan yang jelas dan mampu bergerak secara terkoordinasi ketika terjadi bencana. Kesiapan tersebut harus dibangun sebelum bencana terjadi sehingga, ketika situasi darurat muncul, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap dapat berjalan secara optimal,” ujar Daru.

Pelaksanaan TTX berlangsung selama dua hari dengan materi dan kegiatan yang dirancang untuk menguji kesiapan para pemangku kepentingan dalam menghadapi skenario kedaruratan akibat bencana tsunami.

Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan mengenai manajemen krisis kesehatan. Materi tersebut mencakup mekanisme penanganan kedaruratan, sistem koordinasi, serta peran masing-masing instansi dalam mendukung pelayanan kesehatan saat terjadi bencana.

Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi berbasis skenario untuk mempraktikkan koordinasi dalam penanganan kedaruratan kesehatan.

Peserta dihadapkan pada situasi yang menggambarkan berbagai tantangan potensial, mulai dari pengorganisasian pelayanan medis darurat, pemenuhan kebutuhan logistik, kendala operasional, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi krisis.

Baca Juga :  Cegah Gereja Jadi Tempat Penyebaran Covid-19 Saat Natal, Ini Yang Dilakukan Satlantas Polres Madiun

Melalui simulasi tersebut, setiap instansi diharapkan dapat memahami tugas dan tanggung jawabnya sekaligus mengidentifikasi potensi hambatan yang mungkin muncul ketika rencana kontingensi diimplementasikan di lapangan.

Koordinasi lintas sektor menjadi salah satu aspek utama yang ditekankan dalam kegiatan ini. Penanganan bencana tsunami memerlukan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari evakuasi dan penyelamatan, penyediaan sarana dan prasarana, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, hingga penanganan korban dan pemulihan pelayanan kesehatan.

Dinkes Pacitan berharap pelaksanaan Tabletop Exercise ini tidak berhenti pada kegiatan simulasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan Dokumen Rencana Kontingensi Bencana Tsunami Bidang Kesehatan.

Dengan demikian, perencanaan yang telah disusun dapat menjadi pedoman operasional yang lebih aplikatif, sesuai dengan kebutuhan daerah, serta mampu mendukung respons kedaruratan secara cepat dan tepat.

Penguatan kesiapsiagaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas sistem manajemen penanggulangan bencana bidang kesehatan di Kabupaten Pacitan sekaligus meminimalkan risiko dan dampak terhadap keselamatan serta kesehatan masyarakat apabila bencana tsunami terjadi.

Berita Terkait

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Menjelajahi Muara Ngiroboyo dengan Paddle Board, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Alam Pacitan
Mulai 2027, Akses Bansos Pacitan Disiapkan Berbasis Digital
Perkuat Tata Kelola Informasi Kebencanaan, BPBD Pacitan Kolaborasi dengan PWI
Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan
APBD Pacitan 2027 Diproyeksikan Rp1,54 Triliun, Belanja Operasi Mendominasi

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:00 WIB

PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:40 WIB

Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Menjelajahi Muara Ngiroboyo dengan Paddle Board, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Alam Pacitan

Berita Terbaru