LINTAS7.NET, PACITAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pacitan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan menggelar Workshop Jurnalistik Kebencanaan di Parai Teleng Ria, Senin (13/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas wartawan dalam menyampaikan informasi kebencanaan yang akurat, cepat, edukatif, dan bertanggung jawab.
Workshop menghadirkan Kepala BPBD Pacitan, Erwin Andriadmoko, serta praktisi media dari PWI Pacitan, Purwo, sebagai narasumber.
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan praktisi kebencanaan untuk meningkatkan kualitas pemberitaan sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana.
Dalam situasi darurat, informasi yang cepat harus diimbangi dengan akurasi dan verifikasi. Pemberitaan yang tidak teruji kebenarannya berpotensi memicu kepanikan dan menyebarkan informasi keliru. Sebaliknya, informasi yang kredibel dapat membantu masyarakat memahami situasi serta mengambil langkah penyelamatan yang tepat.
Selain melaporkan peristiwa, wartawan juga diharapkan mampu menyajikan edukasi mengenai potensi ancaman, peringatan dini, jalur evakuasi, dan langkah-langkah kesiapsiagaan. Etika jurnalistik, perlindungan privasi korban, serta penggunaan data yang terverifikasi juga menjadi bagian penting dalam peliputan kebencanaan.
Kolaborasi PWI dan BPBD Pacitan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berlanjut melalui penyebaran informasi mitigasi secara berkelanjutan. Terlebih, kondisi geografis Pacitan yang meliputi kawasan pesisir, perbukitan, dan wilayah karst membutuhkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai potensi risiko bencana.
Meski demikian, sinergi antara pers dan pemerintah tetap harus berjalan dengan menjunjung tinggi independensi jurnalistik. Pers memiliki peran strategis dalam memverifikasi informasi, menyampaikan fakta, serta mengawal kepentingan publik secara profesional.
Melalui workshop ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara insan pers dan pemangku kepentingan kebencanaan dalam membentuk masyarakat Pacitan yang lebih tangguh, sadar risiko, dan siap menghadapi bencana.






