LINTAS7.NET, PACITAN – Masyarakat Kabupaten Pacitan diminta mewaspadai ancaman hantavirus di tengah musim kemarau panjang. Meski hingga Oktober 2026 belum ditemukan kasus penyakit tersebut di Pacitan, meningkatnya aktivitas tikus di lingkungan permukiman perlu menjadi perhatian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pacitan, drg. Nur Farida, mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan hewan pengerat tersebut.
“Meski di Pacitan masih belum ditemukan kasusnya, masyarakat tetap diimbau menjaga kebersihan,” ujarnya.
Hantavirus dapat menular melalui paparan partikel urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Masyarakat diimbau menghindari kontak langsung dengan tikus serta berhati-hati saat membersihkan area yang terdapat kotoran hewan tersebut.
Sementara itu, Dinkes Pacitan mencatat sebanyak 133 kasus leptospirosis sejak Januari hingga Oktober 2026. Meski jumlahnya lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.
Dinkes mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan rumah, menutup akses masuk tikus, menyimpan makanan dalam wadah tertutup, serta menerapkan cara pembersihan yang aman untuk mengurangi risiko paparan.
Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala sakit setelah terpapar lingkungan yang berisiko.






