Pacitan Jadi Bullyan, Haruskah Dilawan?

- Jurnalis

Kamis, 18 Februari 2021 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Mulyadi
Ketua Karang Taruna Pacitan dan Direktur Indonesian Training Research Consulting and Technology (Tract)

Mengamati percakapan dunia maya sepekan terakhir ini secara spontan menggelengkan kepala. Kabupaten Pacitan, Jawa Timur yang dikenal adem ayem mendadak jadi biduan seksi.

Bahkan, pembahasan masif warganet sempat menempatkan Pacitan pada daftar trending topik twitter. Fenomena ini diawali oleh kunjungan Presiden Joko Widodo untuk meresmikan Pembangunan Waduk Tukul di Desa Karanggede, Arjosari, Pacitan pada Minggu (14/2) lalu.

Entah kebetulan atau ada faktor lain, pujian pengguna dunia maya pada Jokowi memenuhi hampir seluruh kolom komentar berbagai platfom sosial media berisi konten kunjungan Jokowi ke Pacitan.

Uniknya, apresiasi bernada provokatif pun tak ketinggalan. Momen peresmian Bendungan Tukul seolah jadi ajang perbandingan prestasi Presiden Jokowi dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono.

“Jokowi meresmikan Bendungan Tukul di kampung SBY,” bunyi komentar netizen.

“Jokowi 6 tahun memimpin membangun Waduk Tukul untuk kesejahteraan petani Pacitan. SBY 10 tahun membangmun apa? Museum Keluarga,” tambah pengguna lainnya.

Kami sebagai masyarakat Pacitan sangat berterimakasih pada Kepala Negara, Bapak Jokowi. Bagaimana pun bendungan berkapasitas 8,7 juta M³ sangat bermanfaat bagi Pacitan.

Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Waduk Tukul menambah kapasitas tampungan air sehingga berkelanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran bendungan ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Baca Juga :  Halal Bihalal ARPAC 2025, Hadirkan Semangat Kebersamaan dan Santunan Anak Yatim di Pacitan

Namun yang jadi tanda tanya besar adalah saat keberhasilan Jokowi secara otomatis menghapus peran SBY yang sejatinya memulai mega proyek sejak tahun 2011 lalu. Mulai dari perencanaan dan groundbreaking oleh Menteri PU Joko Kirmanto di era SBY seolah lenyap tak berbekas.

Media Massa yang mengklaim sebagai garda terdepan penangkal disinformasi maupun berita hoaks seolah tak berfungsi. Hampir semua media massa justru latah menutupi fakta dengan informasi yang tak akurat dan obyektif.

Jika SBY 10 tahun memimpin tak membangun apa-apa untuk kesejahteraan masyarakat Pacitan lalu Pariwisata Pacitan yang kini jadi primadona apakah datang tiba-tiba? Bagaimana wajah wilayah kecamatan di bagian Timur Pacitan tanpa pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) dan PLTU Jatim 1 Sudimoro.

Apakah Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Taman Tekhnologi Pertanian, Museum Song Terus bertaraf Internasional, Akademi Komunitas Negeri, Geopark Internasional, Rehabilitasi Kawasan Bersejarah Panglima Besar Jenderal Sudirman bukan hasil karya SBY??

Kehebohan lain dalam waktu hampir bersamaan warga dunia maya adalah trending topik tagar tangkap Bupati Pacitan karena mengucurkan dana APBD untuk Yayasan Yudhoyono sebesar 9 Milliar rupiah.

Uniknya ilustrasi Bupati Pacitan pada cuwitan twitter adalah foto Indarata Nur Bayuaji yang baru terpilih jadi Bupati Pacitan pada gelaran Pilkada Pacitan 2020. Keponakan SBY itu dituding menyalahgunakan jabatan sebagai Bupati Pacitan dengan menyuntikkan dana milliaran untuk pembangunan Museum Kepresidenan.

Faktanya pria yang biasa disebut Aji itu belum dilantik. Pemimpin Pacitan saat ini masih Bupati Indartato dan Wakil Bupati Yudi Sumbogo. Pun dana hibah yang disebut dari kebijakan bupati sejatinya dana bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pastinya dalam penyusunannya sudah mendapat persetujuan seluruh partai politik melalui fraksi di DPRD Provinsi Jawa Timur.

Baca Juga :  Tingkatkan Nilai Tambah Bidang Agroindustri, Kabupaten Madiun Siap Jadi Sentral Kopi dan Coklat

Museum Kepresidenan dibandingkan Bendungan Tukul? Rasanya ini tidak relevan. Karena Museum dibangun dana pribadi (Yayasan Yudhoyono Foundasion) sedangkan Bendungan dibangun dengan dana APBN. Tak beda jika membandingkan bangunan pribadi dengan bangun JLS. Tentu sangat tidak relevan.

Kebenaran mendasar ini juga tak tampak pada sebagian besar berita media massa. Pada titik ini kami tersadar, betapa dahsyat kekuatan untuk menghabisi SBY di kampungnya. Tak peduli benar apa salah, fakta yang ada pun terabaikan demi syahwat kebencian.

Sudah separah inikah mental dan moral kita dalam berbangsa dan bernegara. Bukankah nilai gotong royong, saling menghormati dan menghargai jasa pendahulu serta semangat persatuan adalah sikap yang diwariskan para pejuang dan leluhur pendiri bangsa?

Apa pun itu sabar dan tabah merupakan pilihan terbaik. Semoga saja kita semua dijauhkan dari perbuatan tak terpuji. Kebenaran akan menunjukkan dirinya tanpa framing apalagi buzzer. Karena kebenaran mutlak hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selalu ingat pepatah “Sugeh Tanpo Bondo Digdoyo Tanpo Aji, Ngluruk Tanpo Bolo Menang Tanpo Ngasorake”.

Pacitan Tumpah Darahku
Bangga Jadi Masyarakat Pacitan
Terimakasih Pak Jokowi telah melanjutkan pembangunan Pak SBY.

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru