Produk Kakao Jadi Sandaran Menjanjikan Warga Desa Wonoanti

- Jurnalis

Sabtu, 19 Oktober 2024 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi buah kakao kelas ekspor. (Foto :Kementan RI).

Ilustrasi buah kakao kelas ekspor. (Foto :Kementan RI).

LINTAS7.NET, PACITAN – Hasil produksi kakao Desa Wonoanti, Kecamatan Tulakan cukup membanggakan. Produk perkebunan yang satu ini bisa jadi yang terbaik di wilayahnya. Selain kualitas ekspor, produksi kakao di Wonoanti cukup berlimpah mencapai sekitar 3 ton per bulan.

Miswanto, seorang petani mengaku, banyak warga di wilayahnya menekui tanaman kakao. Alasannya, selain menjanjikan secara ekonomi, kakao bisa berbuah secara terus menerus tanpa tergantung pada musim.

“Kakao ini salah satu tanaman yang berbuah terus, tidak kenal musim,” ujarnya kepada wartawan di Tulakan.

Pria berusia 52 tahun itu menyebut luasan lahan tanaman kakao di Wonoanti mencapai 25 hektar yang tersebar di empat dusun. Meliputi, Dusun Krajan, Ngunut, Duren dan Bulih. Mayoritas masyarakat membudidakan kakao di sekitar pekarangan rumah.

Baca Juga :  Desa Candi Masuk Nominasi Desa Anti Korupsi Tingkat Provinsi

“Hampir semua kepala keluarga menamam kakao, baik itu di pekarangan rumah maupun area perkebunana,” imbuhnya.

Potensi kakao di Wonoanti didukung oleh kontur tanah serta ketinggian wilayah desa yang berada 110 meter di atas permukaan laut. Saat ini hasil produksi kakao di Wonoanti bisa mencapai 3 ton tiap bulannya.

“Sejak tahun 2014, pemerintah membantu suplai bibit kakao. Pada tahun 2023, ada tambahan 16 ribu bibit,” jelasnya.

Meski hasilnya melimpah, tantangan yang dihadapi petani kakao tidaklah mudah. Serangan hama buah busuk, tupai, dan luwak jadi tantangan. Petani harus ekstra telaten dalam merawat tanaman dan segera memanen buah yang sudah matang. Pun, pemangkasan ranting secara benar dan rutin.

Baca Juga :  Pemkab Madiun dan Kemenaker RI Bahas Perlindungan Tenaga Kerja Migran

“Pemerintah terus berupaya agar produksi  pada komoditi kakao ini bisa terus meningkat dan berkualitas. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, secara berkala memberi pelatihan, sekolah lapangan untuk pengendalian hama terpadu dan pelatihan perawatan kakao,” kata Joko Harijanto, Camat Tulakan.

Saat ini, harga kakao kering di pasaran mencapai Rp95.000 per kilogram, menjadikan komoditas ini sebagai salah satu andalan perekonomian warga Desa Wonoanti. (red/adv).

Berita Terkait

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:51 WIB

DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja

Berita Terbaru