LINTAS7.NET, PACITAN- Festival Gerabah Lempung Agung 2025 digelar masyarakat Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Prosesi sakral pengambilan tanah dilaksanakan pada Sabtu (25/10) sore.
Ritual sakral dimulai dengan kedatangan masyarakat di lokasi sumber bahan baku gerabah yang berada di Dusun Padi desa setempat. Puluhan warga dari Dusun Gunung Cilik dan Dusun Purwosari itu tampak membawa peralatan tani dan perkakas dapur.
Mereka kemudian berbagi peran. Penduduk pria bertugas menggali tanah, sementara para perempuan mengumpulkan tanah liat sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan gerabah.
Yang berbeda pada prosesi tahun ini adalah keterlibatan para penari lokal sejumlah ratusan orang. Mereka berada di barisan terdepan dan menyuguhkan tarian gerabah secara massal sebelum ritual penggalian tanah dilakukan.
Tari gerabah massal khas Desa Purwoasri menambah kemeriahan. Selama prosesi pengambilan tanah lempung persawahan berlangsung, sejumlah seniman bertahan di area lumpur menyajikan kesenian tari.
“Seluruh rangkaian prosesi adat ini menggambarkan aktivitas harian masyarakat. Mulai dari memperoleh bahan dasar sampai mengolah menjadi berbagai jenis produk gerabah,” ujar Har Setyo Nugroho, Ketua Panitia Festival Gerabah Lempung Agung.
Tanah lempung sawah yang dikumpulkan warga kemudian di arak menuju panggung utama Festival Gerabah Lempung Agung. Sebelum arak-arakan, warga berhenti sejenak untuk menikmati bekal makanan yang telah disiapkan. Ritual ini merepresentasikan pentingnya kerukunan dan kebersamaan sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat.
“Upacara adat ini sebagai pengingat bahwa tanah lempung merupakan anugerah Sang Maha Pencipta yang sangat bernilai bagi masyarakat Desa Purwoasri. Oleh karenanya penting untuk selalu bersyukur, berdoa agar berkah dan barokah,”imbuh Hari.
Lempung tanah sawah telah jadi sumber penghidupan bagi sebagian besar warga sekitar. Bahkan, aktivitas ekonomi seperti ini diwariskan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Ini pula yang melatari Festival Gerabah Lempung Agung yang digelar tiap tahun.
“Mudah-mudahan pelestarian budaya di Desa Purwoasri ini bisa membawa lebih banyak kebaikan bagi masyarakat ke depannya, terutama tumbuhnya ekonomi masyarakat dan pelaku perajin gerabah,” kata Udin Wahyudi, Plt Camat Kebonagung.
“Ini bagian dari upaya
Upacara Adat Lempung Agung makin memperkaya khasanah budaya di Kota berjuluk 70-Mile Sea Paradise. Pelestarian ini diharapkan bisa mengedukasi dan memotivasi generasi agar warisan leluhur
tak tergerus oleh zaman. (Red/Adv).






