Festival Gerabah Lempung Agung di Kecamatan Kebonagung Berlangsung Meriah

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ritual sakral Festival Lempung Agung Purwoasri Kecamatan Kebonagung. (Foto:Lintas7.net).

Ritual sakral Festival Lempung Agung Purwoasri Kecamatan Kebonagung. (Foto:Lintas7.net).

LINTAS7.NET, PACITAN- Festival Gerabah Lempung Agung 2025 digelar masyarakat Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Prosesi sakral pengambilan tanah dilaksanakan pada Sabtu (25/10) sore.

Ritual sakral dimulai dengan kedatangan masyarakat di lokasi sumber bahan baku gerabah yang berada di Dusun Padi desa setempat. Puluhan warga dari Dusun Gunung Cilik dan Dusun Purwosari itu tampak membawa peralatan tani dan perkakas dapur.

Mereka kemudian berbagi peran. Penduduk pria bertugas menggali tanah, sementara para perempuan mengumpulkan tanah liat sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan gerabah.

Yang berbeda pada prosesi tahun ini adalah keterlibatan para penari lokal sejumlah ratusan orang. Mereka berada di barisan terdepan dan menyuguhkan tarian gerabah secara massal sebelum ritual penggalian tanah dilakukan.

Tari gerabah massal khas Desa Purwoasri menambah kemeriahan. Selama prosesi pengambilan tanah lempung persawahan berlangsung, sejumlah seniman bertahan di area lumpur menyajikan kesenian tari.

Baca Juga :  Angkat Waspada Musim Hujan, Dinas Kesehatan Pacitan Kolaborasi dengan FPPA untuk Cegah Penyakit Berisiko Tinggi

“Seluruh rangkaian prosesi adat ini menggambarkan aktivitas harian masyarakat. Mulai dari memperoleh bahan dasar sampai mengolah menjadi berbagai jenis produk gerabah,” ujar Har Setyo Nugroho, Ketua Panitia Festival Gerabah Lempung Agung.

Tanah lempung sawah yang dikumpulkan warga kemudian di arak menuju panggung utama Festival Gerabah Lempung Agung. Sebelum arak-arakan, warga berhenti sejenak untuk menikmati bekal makanan yang telah disiapkan. Ritual ini merepresentasikan pentingnya kerukunan dan kebersamaan sebagai pondasi kehidupan bermasyarakat.

“Upacara adat ini sebagai pengingat bahwa tanah lempung merupakan anugerah Sang Maha Pencipta yang sangat bernilai bagi masyarakat Desa Purwoasri. Oleh karenanya penting untuk selalu bersyukur, berdoa agar berkah dan barokah,”imbuh Hari.

Baca Juga :  Gugus Tugas Diminta Terbuka Dalam Penyaluran Bantuan Imbas Covid-19

Lempung tanah sawah telah jadi sumber penghidupan bagi sebagian besar warga sekitar. Bahkan, aktivitas ekonomi seperti ini diwariskan secara turun temurun sejak zaman nenek moyang. Ini pula yang melatari Festival Gerabah Lempung Agung yang digelar tiap tahun.

“Mudah-mudahan pelestarian budaya di Desa Purwoasri ini bisa membawa lebih banyak kebaikan bagi masyarakat ke depannya, terutama tumbuhnya ekonomi masyarakat dan pelaku perajin gerabah,” kata Udin Wahyudi, Plt Camat Kebonagung.
“Ini bagian dari upaya

Upacara Adat Lempung Agung makin memperkaya khasanah budaya di Kota berjuluk 70-Mile Sea Paradise. Pelestarian ini diharapkan bisa mengedukasi dan memotivasi generasi agar warisan leluhur
tak tergerus oleh zaman. (Red/Adv).

Berita Terkait

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami
Menjelajahi Muara Ngiroboyo dengan Paddle Board, Perpaduan Adrenalin dan Pesona Alam Pacitan
Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:00 WIB

PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga

Berita Terbaru