Miris! Oknum Guru SD di Tulakan Diduga Rayu Remaja Difabel Lewat Chat Mesum

- Jurnalis

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Seorang oknum guru di salah satu SD Desa Padi, Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, berinisial AZR, menjadi perbincangan warga setelah diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang remaja perempuan difabel berinisial P (17) warga Kecamatan Tulakan.

Kasus tersebut mencuat setelah beredar informasi mengenai percakapan melalui pesan pribadi yang diduga berisi chat tidak senonoh yang dikirimkan oknum guru tersebut kepada korban. Dugaan itu memicu keprihatinan masyarakat karena korban diketahui merupakan seorang perempuan dengan keterbatasan fisik.

Sejumlah warga menyayangkan perilaku oknum pendidik tersebut. Menurut mereka, seorang guru seharusnya menjadi teladan dan menjaga etika dalam berinteraksi, khususnya terhadap anak-anak dan perempuan.

Baca Juga :  Mentari Ocean View Tawarkan Jembatan Kaca Berlatar Teluk Menawan Pacitan

“Sebagai seorang guru seharusnya bisa memberi contoh yang baik. Apalagi ini menyangkut anak perempuan yang juga memiliki keterbatasan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (22/05) siang.

Tak hanya itu, beberapa warga juga menyebut dugaan tindakan serupa diduga bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, disebutkan terdapat beberapa korban lain dengan jumlah yang diperkirakan mencapai sekitar lima orang. Namun hingga kini, belum ada laporan resmi maupun keterangan terbuka terkait dugaan korban lainnya tersebut.

“Katanya bukan cuma satu korban, warga mendengar sudah ada beberapa korban lain. Kami berharap ini benar-benar ditindaklanjuti supaya jelas,” ungkap warga lainnya.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Dua Tersangka Kasus Pengedar Obat Terlarang di Pacitan

Kabar dugaan tindakan tidak menyenangkan tersebut dengan cepat menyebar di lingkungan Desa Jetak dan sekitarnya. Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari pihak sekolah maupun instansi terkait agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun pihak terkait mengenai dugaan tindakan yang dilakukan oknum guru tersebut. Warga berharap oknum guru tersebut dapat proses, karena sudah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Pacitan.

Berita Terkait

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro
DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:51 WIB

DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja

Senin, 22 Juni 2026 - 21:19 WIB

Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terbaru