Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Madiun · 12 Okt 2019 20:02 WIB ·

Insiden Penusukan Wiranto, Begini Sikap GP Ansor Banser Kabupaten Madiun


 Insiden Penusukan Wiranto, Begini Sikap GP Ansor Banser Kabupaten Madiun Perbesar

Lintas7.net, MADIUN – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Banser Kabupaten Madiun menyatakan sikap atas peristiwa penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto di alun-alun Menes, Desa Purwareja, Kecamatan Menes, Pandeglang, Banten, Kamis 10 Oktober 2019 lalu.

Ditemui di sela-sela Kemah Bhakti GP Ansor Banser menyambut Hari Santri Nasional di lapangan Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Sabtu (12/10/2019), Ketua GP Ansor Banser Kabupaten Madiun, Khotamil Anam menyatakan ada lima butir pernyataan sikap GP Ansor Banser Kabupaten Madiun.

Di antaranya : mengecam dan mengutuk keras Kasus penusukan Menko Polhukam Wiranto, menuntut segera ungkap dan bongkar sejelas-jelasnya pelaku penusukan karena sangat membahayakan bangsa Indonesia, menindak dan menghukum seberat-beratnya pelaku penusukan, menghimbau masyarakat untuk tidak takut atas teror penusukan Menko Polhukam dan senantiasa menjaga kondusifitas lingkungan masing-masing, serta mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan dan menumpas kelompok radikal perongrong Pancasila sebagai dasar NKRI.

Menurut Anam penusukan Menko Polhukam adalah ancaman nyata yang diduga kuat dilakukan oleh kekuatan terafiliasi dengan kelompok radikal yang berupaya menciptakan teror di masyarakat dan mengacaukan keutuhan NKRI.

“Kejadian di Pandeglang Banten ini, bukti bahwa kelompok radikal itu ada disekitar kita dan tidak menutup kemungkinan di Madiun juga terdapat jaringan kelompok radikal. Maka diperlukan sikap prefentif dari masyarakat terhadap faham-faham keagamaan yang mengandung unsur radikalisme, yang saat ini sangat masif terutama dimedia sosial,” terang Khotamil Anam.

Kata Anam, paham radikalisme selalu dibungkus dengan dalil-dalil agama. Sehingga dapat membuat faham yang keliru tentang agama. Dan hal tersebut sangat berbahaya bagi persatuan NKRI yang dibangun dari berbagai suku, agama dan ras, karena salah satu cita-cita kaum radikalisme adalah membangun negara khilafah yang tidak sesuai dengan Pancasila.

“Cita-cita negara khilafah inilah yang membuat para kaum radikal menghalalkan segala cara, mulai menciptakan teror di media sosial dengan menebar informasi hoax bahkan dengan aksi nekat seperti kasus penusukan Menko Polhukam Bapak Wiranto di Pandeglang, dengan tujuan menciptakan situasi seakan-akan negara kita dalam keadaan yang tidak aman,” terangnya.

Sementara, Kemah Bhakti GP Ansor Banser menyambut Hari Santri Nasional di lapangan Sidomulyo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun tersebut dijadwalkan hingga Minggu (13/10/2019). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan anggota Banser dari berbagai daerah. Sebelumnya, beberapa waktu lalu GP Ansor Banser Kabupaten Madiun telah menggelar Diklat Banser di lapangan Bumi Perkemahan Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun yang juga diisi dengan sholat Istisqa’ atau sholat meminta hujan. (ant)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya

7 Desember 2022 - 18:54 WIB

Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan 

2 Desember 2022 - 23:40 WIB

Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

30 November 2022 - 15:41 WIB

Pecah !!! Ribuan Orang Ikuti Jalan Pagi Bareng Bupati, Rayakan HUT ke-4 Pujasera Jiwan

27 November 2022 - 18:23 WIB

Ratusan Peserta Ikuti Ujian Tulis Penerimaan Perangkat di Dua Desa di Kecamatan Madiun

26 November 2022 - 20:07 WIB

Makam Kyai Ageng Reksogati, Potensi Wisata Religi di Desa Sidomulyo 

25 November 2022 - 18:43 WIB

Trending di Madiun