Urgensi Implementasi Wawasan Nusantara di Wilayah 3T Riau

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, 18 Januari 2026 – Provinsi Riau, sebagai salah satu pilar strategis di Selat Melaka, kini menjadi sorotan dalam penguatan implementasi Wawasan Nusantara, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Mengingat posisi geografisnya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, pembangunan di wilayah pesisir Riau bukan lagi sekadar isu daerah, melainkan prioritas kedaulatan nasional.
Wawasan Nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya harus dimanifestasikan melalui pemerataan pembangunan. Di Riau, wilayah seperti Kepulauan Meranti dan pesisir Indragiri Hilir menjadi titik krusial di mana kehadiran negara sangat dibutuhkan untuk menghapus stigma “halaman belakang.”
Tantangan Ekonomi dan Konektivitas
Pengamat kebijakan publik menekankan bahwa nasionalisme di wilayah perbatasan sangat dipengaruhi oleh kesejahteraan ekonomi. “Masyarakat di wilayah 3T Riau harus merasakan bahwa mereka adalah bagian integral dari ekonomi Indonesia. Ketika akses logistik dan infrastruktur dasar seperti listrik dan internet terpenuhi, maka sentimen kebangsaan akan semakin kokoh,” ujar perwakilan pemerhati pembangunan daerah.
Beberapa poin utama yang menjadi fokus dalam penguatan Wawasan Nusantara di wilayah 3T Riau meliputi:
* Kedaulatan Maritim: Peningkatan pengawasan di perairan perbatasan untuk melindungi hak-hak nelayan lokal dari penetrasi kapal asing.
* Infrastruktur Logistik: Pembangunan dermaga dan konektivitas antarpulau guna menurunkan biaya hidup masyarakat pesisir.
* Akses Digital: Pemerataan jaringan telekomunikasi untuk memastikan generasi muda di wilayah terluar mendapatkan standar edukasi yang sama dengan wilayah perkotaan.
Integrasi Budaya Melayu
Pendekatan Wawasan Nusantara di Riau juga dinilai sangat efektif jika diselaraskan dengan nilai-nilai budaya lokal. Budaya Melayu yang terbuka dan menjunjung tinggi persatuan menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga keutuhan NKRI di wilayah perbatasan.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan pusat diharapkan terus bersinergi untuk menjadikan wilayah 3T di Riau sebagai “Sabuk Pengaman” negara yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Dengan menjadikan wilayah terluar sebagai prioritas, Indonesia tidak hanya menjaga kedaulatan wilayah secara administratif, tetapi juga kedaulatan mental dan ekonomi rakyatnya.
Tentang Wawasan Nusantara Riau:
Program penguatan ini merupakan inisiatif lintas sektoral yang bertujuan untuk mengintegrasikan visi pertahanan keamanan dengan kesejahteraan sosial di wilayah-wilayah strategis Provinsi Riau.

Baca Juga :  Budaya Melayu: Jembatan Spiritual dan Perekat Persatuan Islam di Bumi Lancang Kuning

Berita Terkait

Krisis Venezuela dan Wajah Ketidakadilan Global: Catatan Kritis Kader HMI
Budaya Melayu: Jembatan Spiritual dan Perekat Persatuan Islam di Bumi Lancang Kuning
Indonesia Perkuat Ketahanan Nasional Terhadap Ancaman Global
Hari Pers Nasional, PWI Pacitan Dukung Vaksinasi

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 01:35 WIB

Krisis Venezuela dan Wajah Ketidakadilan Global: Catatan Kritis Kader HMI

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:47 WIB

Budaya Melayu: Jembatan Spiritual dan Perekat Persatuan Islam di Bumi Lancang Kuning

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:40 WIB

Urgensi Implementasi Wawasan Nusantara di Wilayah 3T Riau

Selasa, 9 Februari 2021 - 23:52 WIB

Hari Pers Nasional, PWI Pacitan Dukung Vaksinasi

Berita Terbaru

Daerah

LSM Cakra Sandi, Nusantara – Berkibar

Minggu, 25 Jan 2026 - 05:48 WIB

Citizen Jurnalism

Krisis Venezuela dan Wajah Ketidakadilan Global: Catatan Kritis Kader HMI

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:35 WIB

Citizen Jurnalism

Urgensi Implementasi Wawasan Nusantara di Wilayah 3T Riau

Minggu, 18 Jan 2026 - 00:40 WIB