Kabupaten Madiun Antisipasi Banjir, Ini yang Dilakukan

- Jurnalis

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas dari BPBD, Kepolisian, PMI, relawan, dan warga melakukan pembersihan di Dam Serut

Petugas dari BPBD, Kepolisian, PMI, relawan, dan warga melakukan pembersihan di Dam Serut

MADIUN – Petugas dari BPBD, Kepolisian, PMI, relawan, dan warga melakukan pembersihan di Dam Serut, Dusun Pojok, Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (23/1/2019).

Mereka mengangkat sampah dan ranting bambu yang menumpuk. Kotoran itu menyumbat aliran air hingga mengakibatkan banjir pada Jumat (18/1/2019) malam. Dampaknya, jalur alternatif Madiun – Caruban via Dimong tertutup air bah selama beberapa jam.

“Memang banjir yang sering terjadi karena sumbatan di kali ini,” kata Darwono, salah seorang perangkat Desa Ngadirejo.Menurut dia, banjir memang sering terjadi di Desa Ngadirejo setiap musim hujan. Sebab, Dam Serut tak mampu menampung air dengan debit tinggi dari empat aliran, yaitu Kali Wuluh, Waduk Dawuhan, Kali Tempuran, dan Kali Lo Putul.

Baca Juga :  Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman, Direksi Petrokimia Gresik 'Turun Gunung'

Daerah hulu kali tersebut berada di wilayah hutan yang masuk kawasan Lereng Gunung Wilis. Sedangkan hilirnya berada di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo sebelum air masuk pintu 12 Sungai Bengawan Madiun.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBB Kabupaten Madiun, Ervan, mengatakan bahwa Desa Ngadirejo merupakan salah satu kawasan rawan banjir.

Baca Juga :  Tanpa SBY Seperti Apa Wajah Pacitan?

Selain itu, sedikitnya ada enam desa lain di wilayah Kecamatan Wungu, Kecamatan Madiun, Balerejo, Kebonsari, dan Pilangkenceng yang juga rawan bencana tersebut.

Empat Early warning system (EWS) telah dipasang di empat titik, yaitu Tempusari, Kecamatan Wungu; Sumberejo, Kecamatan Madiun; Palur, Kecamatan Kebonsari; dan Glonggong, Kecamatan Balerejo.

Pemasangan EWS sejak 2014 digunakan untuk memantau kenaikan debit air kali sehingga warga bisa lebih waspada. (ant/imr)

 

 

Berita Terkait

Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro
DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono
Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar
PLN Nusantara Power Pacitan Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Pelepasan Tukik dan Bersih Pantai
Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah
Kecamatan Pacitan Juara Umum Porseni SD-SMP Pacitan 2026, Raih 53 Medali
Setelah Tiga Dekade Bersengketa, BPN Pacitan Ungkap Hasil Pemetaan Ulang Kawasan Goa Gong
Bakorwil Malang Terus Bersinergi dan Berkolaborasi Wujudkan Solusi Penguatan Pendidikan Vokasi

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:12 WIB

Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:06 WIB

DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:58 WIB

Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar

Kamis, 18 Juni 2026 - 21:16 WIB

PLN Nusantara Power Pacitan Ajak Masyarakat Jaga Laut Lewat Pelepasan Tukik dan Bersih Pantai

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:08 WIB

Tambang Pasir Ditutup Polisi, Warga Pacitan Harap Ada Jalan Tengah

Berita Terbaru

Daerah

Satpol PP Sita Ribuan Batang Tanpa Pita Cukai di Bandar

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:58 WIB