Ratusan Warga Pacitan Serbu Pasar Murah

- Jurnalis

Minggu, 17 Maret 2024 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN -Ratusan warga di Pacitan memadati halaman Gedung Gasibu Swadaya pada Jumat pagi untuk memanfaatkan program pangan murah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah setempat. Mereka antre untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau daripada di pasaran.

Beragam bahan pokok tersedia dengan harga yang cukup menarik. Beras dijual dengan harga Rp 51.500 per kilogram, telur ayam Rp 29.000 per kilogram, minyak goreng Fortun Rp 17.000 per liter, gula Rp 16.000 per kilogram, bawang merah Rp 36.000 per kilogram, dan bawang putih Sunco Rp 33.000 per kilogram.

Salah satu warga, Miswati dari Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung, datang sejak pukul 07.30 pagi dan menghabiskan dua jam untuk antre. Dia berhasil mendapatkan 10 kilogram beras, 1 kilogram minyak, gula, dan bawang putih.

Baca Juga :  Hasil Panen Tahun ini Di Prediksi Meningkat Dua Puluh Persen Setelah Petani Menggunakan Pupuk Organik Eco Farming

“Saya rela mengantre karena harga-harga di pasar murah ini jauh lebih terjangkau dibandingkan di pasaran,” kata Miswati.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, Sugeng Santoso, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, terutama menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar, terutama menjelang bulan Ramadan.

“Dengan antusiasme warga yang begitu besar, pihaknya akan meninjau apakah program pangan murah ini akan terus dilakukan, sambil terus memantau kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran, terangnya.

Baca Juga :  Memiliki Program Penuntasan Masalah Sampah, Kelurahan Ploso Raih Penghargaan Desa Bersih dan Lestari

Namun, ada catatan bahwa warga yang datang lebih awal memiliki kesempatan untuk membeli beras lebih banyak, yaitu 10 kilogram. Sementara itu, warga yang datang lebih siang hanya diperbolehkan membeli beras sebanyak 5 kilogram. Telur, gula, dan minyak juga dikabarkan habis untuk warga yang datang belakangan.

Dengan demikian, pangan murah ini menjadi angin segar bagi warga Pacitan yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok, meskipun terdapat keterbatasan dalam aksesnya bagi warga yang datang lebih siang.

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru