Obrolan Warung Kopi: Kalau Nanti Dugaan Pelecehan Terbukti Apa SMP Favorit Itu Tak Malu Disebut Melindungi Predator Anak?

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Polemik SMPN 1 Pacitan masih jadi perbincangan hangat masyarakat. Pun, para penikmat kopi di sebuah angkringan Pacitan, tampak serius mendiskusikan persoalan murid dan guru Alsa Daruna pada Senin (22/9/25) sore.

Dari percakapan warung kopi itu, didapati sebuah fakta menarik. Guru Alsa Daruna disebut pendidik bereputasi baik sehingga menuai dukungan, dari rekan profesi hingga siswa. Sebaliknya, murid yang merasa jadi korban dan mengadukan perilaku kurang baik dari sang guru tak sedikitpun memperoleh perhatian.

Perlakuan kontras yang dialami korban dan guru jelas mengusik nurani penikmat kopi pahit di sore hari. Apalagi, korban dan pendidik itu masih berstatus keluarga besar sekolah menengah pertama ternama.

Baca Juga :  Upacara Adat ‘Lempung Agung’ Purwoasri, Suguhkan Budaya Khas Warga Kebonagung Pacitan

“Berperilaku baik itu kan sebuah keharusan bagi pendidik karena mereka adalah contoh. Saya sepakat untuk dukungan maupun perlindungan, tapi apakah pembelaan didramatisasi itu tidak berlebihan? mengingat sang guru baik itu diadukan siswa lain atas perilaku yang tidak baik,” kata Wibowo.

Pembelaan dengan drama yang berlebihan disebut berpotensi jadi bumerang. Apalagi, aduan dugaan pelecehan yang dilayangkan 5 orang wali murid itu belum diketahui pasti kebenarannya.

“Lalu kalau nanti guru baik itu terbukti melakukan perbuatan yang dituduhkan (pelecehan seksual), apa sekolah tak malu kemudian disebut melindungi predator anak?,” ujarnya.

Baca Juga :  Siasat 3Second Bertahan di Tengah Pandemi, Buka Family Store ke-31 di Kota Madiun

Aspek lain yang tak luput dari sorotan di warung kopi adalah perlindungan bagi 5 siswa dan orang tua wali murid. Terlebih, pasca perpisahan haru itu mereka selalu jadi sasaran luapan amarah serta bullyian.

“Mereka suarakan keadilan untuk guru baik, tapi secara bersamaan memupus harapan keadilan bagi para korban. Ini terlihat bahwa para intelektual hebat-hebat ingin menang sendiri tanpa pedulikan hak anak didik yang mencari keadilan,” jelasnya.

Semua ingin polemik yang menciptakan kegaduhan bisa berakhir baik bagi pendidik, siswa dan lembaga pendidikan. Para pihak berwenang diharapkan segera menyelesaikan persoalan secara cepat dan tepat.

Berita Terkait

Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”
Data Pribadi di Ujung Jari, Ancaman Nyata di Balik Pinjol Ilegal
Jelang Ramadan 1447 H, Polres Pacitan Sidak Pasar dan Agen LPG, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman
Hari Jadi Pacitan ke-281, Dinkes Hadirkan Cek Kesehatan Gratis dan Rumah Terapi
FPPA dan Pemkab Kompak Jaga Kebersihan, Wabup Pacitan Gagas OPD Bertanggung Jawab Kelola Pantai
Kunjungan SBY ke PLTU Pacitan, Momentum Refleksi Infrastruktur Energi Nasional
KONI Pacitan 2025–2029 Resmi Dilantik, Bupati Tekankan Sinergi di Tengah Keterbatasan Anggaran
Kasus Mahar Cek Rp3 Miliar, Tarman Keluar dari Tahanan Polres Pacitan Usai 60 Hari Ditahan

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 20:15 WIB

Soal Sumbangan Komite, Kadindik Pacitan: “Jer Basuki Mawa Beya, Demi Pendidikan Lebih Baik”

Rabu, 4 Maret 2026 - 11:36 WIB

Data Pribadi di Ujung Jari, Ancaman Nyata di Balik Pinjol Ilegal

Rabu, 18 Februari 2026 - 07:31 WIB

Jelang Ramadan 1447 H, Polres Pacitan Sidak Pasar dan Agen LPG, Pastikan Harga Stabil dan Stok Aman

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:20 WIB

Hari Jadi Pacitan ke-281, Dinkes Hadirkan Cek Kesehatan Gratis dan Rumah Terapi

Senin, 9 Februari 2026 - 11:27 WIB

FPPA dan Pemkab Kompak Jaga Kebersihan, Wabup Pacitan Gagas OPD Bertanggung Jawab Kelola Pantai

Berita Terbaru