Menu

Mode Gelap
Tasyakuran 1 Abad NU, Siswa-Siswi MI Mategal Kenduri 100 Nasi Tumpeng   Terciduk Asyik Ngobrol saat Pembekalan, Bupati Madiun Tegur Seorang Perangkat Desa Tergiur Untung 50 Ribu per Gram, Pemuda di Madiun Nekat Edarkan Narkoba Pemkab Madiun Launching SOP Tatalaksana Deteksi Dini Kasus Stunting Pohon Pisang ini Ditanam di Tengah Jalan, Bentuk Protes?

Headline · 23 Okt 2020 16:26 WIB ·

Peringati Hari Santri, ACT Madiun Bagikan 250 Kg Beras di Pesantren


 Peringati Hari Santri, ACT Madiun Bagikan 250 Kg Beras di Pesantren Perbesar

LINTAS7.NET, MAGETAN – Memperingati Hari Santri 2020, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Madiun mendistribusikan beras sebanyak 250 kg untuk santri di Pondok Pesantren Subulun Najjah, Kabupaten Magetan.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan ACT Madiun terhadap keberlangsungan kegiatan pondok pesantren selama dilanda pandemi Korona.

“Distribusi beras untuk santri merupakan bukti nyata kami (ACT) agar para santri tetap tercukupi terutama masalah pangan saat belajar. Mengingat pangan hal yang sangat krusial dan mendasar untuk menjalani aktivitas sehari-hari,” ujar Kepala Cabang ACT Madiun, Wahyu Sulistianto Putro.

Hari Santri 2020 kali ini mengusung tema “Santri Sehat, Indonesia Kuat” sebagai respon atas terjadinya bencana pandemi di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Santri dianggap berpengaruh dalam membangun masa depan negara mengingat jumlah pondok pesantren dan santri yang tersebar di seluruh Indonesia.

Beberapa pondok pesantren di Karesidenan Madiun masih mengalami kesulitan terutama dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Pimpinan Pondok Pesantren Subulun Najjah, Nyai Khosiyatul Wafiroh menuturkan, di pesantren yang ia pimpin, sempat kehabisan beras. Dirinya mengaku kebingungan harus mencari beras dari mana. Hanya do’a yang bisa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan agar diberi jalan keluar atas permasalahan yang sedang dialami.

“Kebetulan pagi ini salah satu petugas dapur menyampaikan ke saya jika beras pondok habis. Saya cuma kepikiran saja harus nyari dari mana. Namun kami cuma bisa berdoa kepada Allah SWT. Ternyata siangnya dapat beras dari ACT Madiun. Alhamdulillah,” cerita Nyai Khosiyatul Wafiroh.

Walaupun keadaan tidak selalu baik namun semangat santriwan dan santriwati untuk belajar agama sangat tinggi. Hal tersebut terbukti dengan antusias mereka untuk belajar berbagai hal terutama pengembangan diri seperti membuat kerajinan tangan, jamu, batik, dan lainnya. (act/ant/red)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Tasyakuran 1 Abad NU, Siswa-Siswi MI Mategal Kenduri 100 Nasi Tumpeng  

7 Februari 2023 - 12:33 WIB

Terciduk Asyik Ngobrol saat Pembekalan, Bupati Madiun Tegur Seorang Perangkat Desa

31 Januari 2023 - 17:39 WIB

Tergiur Untung 50 Ribu per Gram, Pemuda di Madiun Nekat Edarkan Narkoba

27 Januari 2023 - 21:48 WIB

Pemkab Madiun Launching SOP Tatalaksana Deteksi Dini Kasus Stunting

27 Januari 2023 - 20:59 WIB

Pohon Pisang ini Ditanam di Tengah Jalan, Bentuk Protes?

24 Januari 2023 - 12:45 WIB

Motor Tabrak Truk Parkir di Madiun, Satu Orang Meninggal

21 Januari 2023 - 06:35 WIB

Trending di Madiun