Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Kuliner · 25 Feb 2019 23:47 WIB ·

Ponorogo “Hujan” Durian


 Ponorogo “Hujan” Durian Perbesar

PONOROGO – Bupati Ponorogo, Jawa Timur  Ipong Muchlissoni menginginkan buah durian dikenal seperti kesenian reognya. “Saya mengakui jika Ponorogo akan terkenal akan reognya hingga kepenjuru dunia, akan tetapi saya menginginkan buah durian di Ponorogo juga terkenal seperti kesenian reognya,”ujar Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo dalam acara pesta durian yang digelar di Telaga Ngebel. Minggu,(24/02/2019).

“Dalam acara pesta durian ini kami bekerjasama dengan kelompok tani petroganik dan  mengeluarkan 2.000 buah durian yang dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang kebetulan wisata di Telaga Ngebel,”kata Ipong.

Dia juga mengatakan   semoga dengan acara pesta durian ini, Ponorogo tidak hanya dikenal dengan reognya akan tetapi juga dikenal dengan buah durian .

“Banyak sekali potensi wisata yang digarap secara serius pada tahun 2019. Sehingga Ponorogo tidak hanya dikenal sebagai kota reog akan tetapi juga dikenal sebagai kota Durian dan kota wisata,”ucapnya.

Sementara pesta durian hari ini, Ipong mengaku mendapat dukungan dari kelompok tani petroganik. Ia menginginkan kedepan durian Ngebel bisa panennya sepanjang tahun.

“Cuma harus dipikirkan caranya supaya panennya tidak hanya pada bulan januari, februari, maret. Pesta durian ini bagian dari rasa syukur kita, atas melimpahnya durian di kecamatan Ngebel,” katanya.

Saat pembagian  2.000 buah durian secara gratis ludes tidak kurang dari 1 jam. Bahkan panitia sampai kewalahan. Banyak warga yang tidak kebagian kupon pengambilan gratis.

Di Kecamatan Ngebel ada 6.287 batang durian atau setara dengan 600 hektar lahan pertanian untuk buah durian. Dari 600 hektar tersebut menghasilkan 5 varian buah durian.Diantaranya durian putih, durian kanjengan dan durian Menha. Yang mempunyai rasa khasnya sendiri.

Salah satu pengunjung mengaku kecewa Karen adatang terlambat, sehingga dia tidak sampai kebagian durian. “La piye neh mas, datang saya terlambat, salah satu keterlambatan  saya adalah jalur dari arah Dolopo sampai telaga Ngebel sudah macet karena hari minggu dan kabar makan durian gratis,”ungkap Katno warga Barat Magetan.

“Tahun ini tidak kebagian tidak apa-apa, tahun depan saya akan datang lebih pagi lagi. Hari ini terpaksa saya membeli 4 buah, alas an saya membeli karena buah durian asal Ngebel ini rasanya beda dengan lainnya dan saya suka,”pungkasnya.

Sementara itu, dalam acara pesta durian yang digelar di telaga Ngebel, Ponorogo selain hadir Wakil Bupati, Forpimda, OPD, Kepala Dinas Pariwisata Lilik Rahardjo, serta Muspika Ngebel. Juga hadir ratusan masyarakat dan pengunjung wisata telaga Ngebel. (Cahyo)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita

8 Desember 2022 - 19:17 WIB

Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya

7 Desember 2022 - 18:54 WIB

Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana

29 November 2022 - 23:02 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba, Tujuh Tersangka Diamankan, 36 Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Disita

23 November 2022 - 21:08 WIB

Empati Bencana Cianjur, SMK PGRI 2 Ponorogo Galang Dana dan Shalat Ghoib

23 November 2022 - 19:57 WIB

Keliling Sudimoro, Bupati Aji Kunjungi Korban Tanah Longsor

23 November 2022 - 11:55 WIB

Trending di Nasional