Dinkes Pacitan Imbau Masyarakat Terapkan PHBS untuk Cegah Pneumonia pada Anak

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 04:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr. Daru Mustiko Aji, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah penyebaran penyakit pneumonia, khususnya pada anak-anak.

“Ketika sakit, terutama saat mengalami batuk atau bersin, masyarakat diimbau untuk menggunakan masker. Yang paling penting, biasakan mencuci tangan secara rutin menggunakan sabun dan air mengalir,” ujar dr. Daru, Selasa (7/10/2025).

Menurutnya, pneumonia bukan penyakit yang datang secara tiba-tiba, sehingga penting untuk mengenali gejala awalnya sedini mungkin, terutama pada anak-anak.

“Anak-anak tergolong rentan terhadap berbagai jenis penyakit, termasuk pneumonia, karena sistem imun mereka yang masih lemah,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Daru menjelaskan bahwa pneumonia bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, bakteri, bahkan jamur, meski yang terakhir lebih jarang terjadi.

Baca Juga :  Ronthek Kecamatan Pringkuku Dinobatkan Jadi Penyaji Terbaik Festival Ronthek Pacitan 2025

“Pneumonia akibat jamur biasanya menyerang anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah atau memiliki penyakit kronis tertentu,” imbuhnya.

Selain penyebab langsung, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan anak terkena pneumonia. Di antaranya adalah penyakit paru-paru kronis seperti asma atau fibrosis kistik, paparan asap rokok (perokok pasif), serta kondisi gizi buruk atau malnutrisi yang melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi.

“Usia juga menjadi faktor penting. Bayi dan balita jauh lebih rentan terhadap pneumonia. Anak-anak dengan kondisi kesehatan tertentu seperti HIV, atau yang sedang menjalani pengobatan seperti kemoterapi, juga memiliki risiko lebih tinggi,” tambah dr. Daru.

Baca Juga :  Pacitan Bikin Jatuh Hati Rizki Natakusumah dan Beby Tsabina

Ia juga menyoroti pentingnya membedakan jenis pneumonia. “Walaupun pneumonia virus lebih umum, pneumonia yang disebabkan oleh bakteri cenderung lebih serius dan berpotensi menimbulkan komplikasi,” terangnya.

Tak hanya itu, aspirasi yaitu kondisi saat benda asing, makanan, atau cairan seperti muntahan masuk ke paru-paru juga dapat menyebabkan infeksi atau peradangan yang berujung pada pneumonia.

Dinas Kesehatan Pacitan pun mengajak masyarakat untuk waspada dan segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan apabila menunjukkan gejala pneumonia seperti batuk berkepanjangan, demam tinggi, napas cepat atau sesak napas.

“Pencegahan adalah kunci. Mari jaga anak-anak kita dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak dini,” tutup dr. Daru.

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru