LINTAS7.NET, PACITAN – Provinsi Jawa Timur menempati urutan teratas sebagai daerah dengan luas hutan mangrove terbesar di Pulau Jawa. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur mencapai 27.221 hektare, dengan Kabupaten Pacitan menjadi salah satu wilayah penyumbang luasan signifikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pelestarian mangrove merupakan bagian penting dari komitmen Pemprov Jatim dalam menjaga lingkungan sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.
Sejak menjabat sebagai Gubernur, Khofifah aktif menggerakkan penanaman mangrove di berbagai wilayah pesisir Jawa Timur.
“Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, mencegah abrasi, serta menyerap emisi karbon. Karena itu, penanaman mangrove terus kami dorong sebagai ikhtiar nyata Jawa Timur dalam menghadapi perubahan iklim,” ujar Gubernur Khofifah, Senin (22/12/25).
Salah satu lokasi penanaman yang kini menunjukkan hasil signifikan berada di Watu Mejo, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan. Mangrove yang ditanam sejak beberapa tahun lalu kini tumbuh subur, menjulang tinggi, dan melebar, memberikan manfaat ekologis bagi kawasan pesisir Pacitan.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengapresiasi langkah berkelanjutan Gubernur Jawa Timur tersebut. Menurutnya, hasil penanaman mangrove sejak tahun 2022 telah terlihat nyata.
“Penanaman yang dilakukan beberapa tahun silam kini hasilnya sudah bisa kita rasakan. Mangrove di Watu Mejo sudah tinggi-tinggi dan melebar. Ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara provinsi dan daerah,” kata Bupati Pacitan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kelestarian mangrove, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga generasi muda.
“Menanam mangrove bukan hanya soal hari ini, tetapi investasi lingkungan untuk masa depan. Jika dirawat bersama, manfaatnya akan dirasakan anak cucu kita,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, Pemprov Jawa Timur bersama Pemkab Pacitan kembali menggelar Festival Mangrove, yang diisi dengan aksi penanaman mangrove secara simbolis dan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
“Hari ini kita kembali menggerakkan penanaman mangrove melalui Festival Mangrove ke-9. Semoga ini membawa manfaat besar bagi lingkungan, masyarakat pesisir, dan keberlanjutan alam Jawa Timur,” pungkas Khofifah.
Melalui gerakan berkelanjutan ini, Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai provinsi yang serius dalam menjaga kelestarian mangrove sekaligus mendukung agenda nasional penurunan emisi gas rumah kaca






