Menu

Mode Gelap
Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun  Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana Karang Taruna dan Puskesmas Sudimoro Terima Bantuan Mobil Bupati Aji

Daerah · 2 Okt 2020 18:39 WIB ·

Indrata: Pasar Batik Internasional Perlu Diperjuangkan


 Indrata: Pasar Batik Internasional Perlu Diperjuangkan Perbesar

LINTAS7.NET,PACITAN– Hari Batik Nasional jatuh pada hari ini tanggal 2 Oktober. Bertepatan dengan hari besar ini, Calon Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji mengajak masyarakat untuk selalu mencintai batik supaya warisan leluhur ini tetap lestari dan terus berkembang mengiringi kemajuan daerah.

“Yang pertama Selamat Hari Batik Nasional. Kita ketahui bersama Ngadirojo terkenal sebagai Kecamatan Batik karena banyak sekali perajin dan industri batik disini yang tentunya harus kita support bersama-sama agar warisan leluhur ini terus berkembang,” kata Indrata selesai berkampanye di Desa Hadiwarno, Jum’at (2/10) siang.

Keponakan Sby itu menambahkan, batik bukan sekedar soal pakaian maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Tetapi sebagai wujud kreativitas, etos kerja dan ketekunan para perajin untuk menghasilkan karya bernilai sehingga batik tetap eksis ditengah perubahan zaman. 

“Harapan Saya ke depan bagaimana kita bersama-sama bisa berkontribusi supaya batik Pacitan mampu memperluas pasar di tingkat nasional maupun internasional dan ini harus diperjuangkan,” pungkasnya. 

Hari Batik Nasional tiap 2 Oktober mulai diperingati sejak tahun 2009. Peringatan ini setelah batik memperoleh pengakuan dunia dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO). Organisasi ini menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia tak benda atau intangible cultural heritage.

Sentra Industri batik di Kecamatan Ngadirojo pun mulai ada sejak tahun 1957. Salah satu hasil karya yang masih tersimpan adalah batik Satrio Manah karya Almarhum Ibu Joyo Diharjo, seorang warga Desa Bogoharjo, Ngadirojo. (IS). 

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Pengunjung Goa Gong Tertimpa Atap Gazebo Runtuh

5 Desember 2022 - 20:40 WIB

Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka

4 Desember 2022 - 22:54 WIB

Terdakwa Korupsi Serahkan Uang Pengganti Kerugian 146 Juta

3 Desember 2022 - 19:41 WIB

Hanya 3 Jam Pemasangan, Pipanisasi 4,5 Kilometer Bisa Dinikmati Warga

1 Desember 2022 - 22:57 WIB

Berangkatkan Logistik SMK PGRI 2 Ponorogo ke Cianjur, Dindik Jatim Minta Tiap Sekolah Tingkatkan Mitigasi Bencana

29 November 2022 - 23:02 WIB

Ratusan Warga Daftar PPK Pemilu 2024

27 November 2022 - 20:18 WIB

Trending di Daerah