Sempat Mati Suri, Kesenian Ketoprak Kembali Dihidupkan Bupati Sugiri Sancoko

- Jurnalis

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kesenian Ketoprak dihidupkan kembali Bupati Giri Sancoko. (Foto:Pemkab Ponorogo).

Kesenian Ketoprak dihidupkan kembali Bupati Giri Sancoko. (Foto:Pemkab Ponorogo).

LINTAS7.NET, PONOROGO- Sempat mati suri selama lebih dari 30 tahun, seni pentas drama tradisional ketoprak dengan grup dahono wengker reborn, kini kembali muncul di panggung utama alon alon Ponorogo Jumat malam (8/8).

Kesenian yang lama hilang dan terkesan mati suri ini, kini kembali dihidupkan pemerintah daerah. Kesenian asli pulau Jawa yang sempat eksis diera tahun 80 an, kembali ditampilkan dalam rangkaian hari jadi Kabupaten Ponorogo ke 529 tahun.

Ketoprak yang disutradarai langsung oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, ini mengambil judul sumilaking mendung temayung, mengusung berbagai keberagaman. Meski fiksi, namun cerita dibalik kesenian ini mengandung banyak makna. Mulai dari perjuangan, strategi perang, kisah cinta hingga pelajaran hidup.

Baca Juga :  Waspada! Ini Ciri-Ciri Pelaku Gendam Menurut Saksi Mata

Meski sudah lama hilang, namun kesenian ini masih mengundang banyak antusias warga. Para penonton mengaku senang bisa melihat kesenian yang lama hilang. Mereka bisa bernostalgia di masa kecil. ‘’Ketoprak ini mengingatkan saya di tahun 80-an jadi saya itu masih kecil kemudian ini ada lagi cerita yang menggambarkan damar Wulan ngarit ini sangat terngiang-ngiang pada waktu itu,’’ jelas Sumarno, salah satu penonton.

Untuk menanamkan kecintaan terhadap kesenian tradisional. Layout dan tampilan dibuat sedikit modern. Jika dulunya memakai kain sebagai baground, kini menggunakan videotron. Termasuk memasang klip on untuk setiap pemain.  

Baca Juga :  PCNU Pacitan Pastikan Tak Berpolitik Praktis

‘’Ketoprak dulu memang bagus pernah kondang pernah digemari masyarakat dan hampir semua ketoprak di Indonesia sudah mengalami lesu, maka kita bertanggung jawab untuk membangkitkan. Dahono wengker ini dulu kondangnya setengah mati rame dan bagus-bagus nah sekarang kita bangkitkan kembali kita kombinasi ada gen Z,’’ tutur Bupati sekaligus Sutradara, Sugiri Sancoko.  

Rencananya, pemerintah akan kerap menggelar pentas ketoprak dengan melibatkan anak anak muda demi menghidupkan kembali kesenian yang sudah lama hilang dan ditinggalkan. (adv/rc)

Berita Terkait

Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan
SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis
Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:00 WIB

Dorong Kelompok Rentan Jadi Aktor Ketangguhan Bencana, Kelurahan Ploso Gelar Pelatihan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:35 WIB

SPPG Pacitan Jadi Percontohan Jawa Timur, Seluruh Relawan Sudah Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 21:59 WIB

Dinkes Pacitan Perkuat Layanan Ibu dan Anak, Gandeng Dokter Spesialis

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Berita Terbaru