Luncurkan Aplikasi PECEL PINCUK JOSS, Petugas Kantor Imigrasi Madiun Jemput Bola Layani WNA

- Jurnalis

Sabtu, 1 Mei 2021 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, MADIUN – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun yang meluncurkan inovasi program pelayanan jemput bola yang diberi nama PECEL PINCUK JOSS. Dengan program ini, pelayanan sekaligus pengawasan orang asing semakin efektif.

Kepala Kantor Imigrasi Madiun, Adithia Perdana, mengatakan, sebelumnya pemohon izin tinggal harus datang bolak-balik ke kantor sebanyak tiga kali untuk mengurus permohonan izin tinggal. Dengan inovasi ini, petugas yang mendatangi orang asing yang mengajukan permohonan izin tinggal.

Adithia menjelaskan, program ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan pengawasan terhadap orang asing yang tinggal di Indonesia.

“Sekarang kami memiliki aplikasi PECEL PINCUK JOSS, jadi permohonan izin tinggal bisa dilakukan secara online, nanti foto wawancara dan sidik jarinya dilakukan petugas. Petugas nanti yang akan jemput bola, jadi dia nggak perlu datang ke kantor untuk sidik jari. Setelah selesai, dokumennya juga diantar petugas,” kata Adithia, Jum’at (30/4/2021).

Baca Juga :  Rokok Ilegal Ancam Stabilitas Harga Tembakau, Pedagang dan Petani Pacitan Ikut Terdampak

Ia menuturkan, inovasi ini selain memudahkan pemohon, dengan datang ke lokasi, petugas keimigrasian juga sekaligus dapat melakukan pengawasan.

“Jadi orang asing tidak perlu datang ke kantor,” tambahnya.

Terkait pengawasan orang asing, Adithia menjelaskan bahwa, dengan petugas datang ke lokasi, bisa sekaligus untuk memastikan dia (orang asing) benar-benar tinggal sesuai dengan izin tinggal yang dikeluarkan atau tidak.

“Bener nggak aktifitasnya sesuai dengan izin yang dikeluarkan,” imbuhnya.

Aplikasi “PECEL PINCUK JOSS” ini merupakan akronim dari Pelayanan Cepat Online Pemohon Izin Tinggal Cuma Duduk Jemput Ora Suwi-suwi. Inovasi ini sengaja dibuat, mengingat banyaknya warga negara asing (WNA) di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun.

Di wilayah kerja Kantor Imigrasi Madiun terdapat beberapa instansi strategis, di antaranya Lanud Iswahyudi yang terletak di Maospati Kabupaten Magetan, Industri Kereta Api (PT INKA) dan industri pengolahan gula Rejo Agung. Di bidang pendidikan terdapat PonpesModern Gontor dan juga Ponpes Al-Fatah Temboro yang memiliki ratusan santri dari luar negeri.

Baca Juga :  Seorang Nenek di Madiun Nekat Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri

“Hari ini tadi ada tiga petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Madiun, yang melakukan pengambilan foto biometrik pada santri Ponpes Al-Fatah Temboro berjumlah 10 orang, yang berasal dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam,” katanya.

Muhamad Nazhan, salah seorang santri di Ponpes Al-Fatah Temboro asal Malaysia mengaku senang dengan diluncurkannya aplikasi PECEL PINCUK JOSS. Sebab, kini ia tak perlu bolak-balik datang ke Kantor Imigrasi Madiun untuk mengurus dokumen izin tinggal.

“Alhamdulillah, selama belajar di pondok, kami warga foreign tidak perlu meninggalkan kegiataan di pondom untuk memperpanjang visa kami,” kata santri yang sudah empat tahun belajar di Ponpes Al-Fatah Temboro ini.

Apalagi, lanjut Nazhan, saat ini sedang pandemi Covid-19. Menurutnya dengan adanya layanan aplikasi ini, dapat mengurangi resiko penularan atau kontak dengan orang lain. (di/ant/red/adv)

Berita Terkait

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur
Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah
ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus
Pantai Nggeben, Pesona Pesisir Donorojo yang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata
Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa
PUPR Pacitan Survei Potensi Debit Air Luweng Banyu, Siapkan Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Warga
Perkuat Sistem Tanggap Darurat, Dinkes Pacitan Siapkan Rencana Kontingensi Tsunami

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:07 WIB

Khofifah Kembali ke Pacitan, Bantu Warga dari Sektor Sosial hingga Infrastruktur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Pengukuhan Pengurus FPPA di Yogyakarta, Perkuat Solidaritas dan Sinergi dengan Pemerintah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:40 WIB

ARPAC Salurkan 35 Tangki Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:26 WIB

Tikus Makin Meresahkan Saat Kemarau, Dinkes Pacitan Ingatkan Bahaya Hantavirus

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Irigasi Modern Berbasis Energi Bersih Hadir di Desa Menadi, Pacitan Perkuat Pertanian Desa

Berita Terbaru