Pasar Beling Minggu Wage Pacitan, Menjaga Denyut Tradisi di Tengah Gempuran Modernisasi

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Di tengah menjamurnya toko modern dan pusat perbelanjaan, Pasar Beling Minggu Wage atau yang dikenal sebagai Pasar Krempyeng di Dusun Nitikan, Desa Sukoharjo, Kecamatan Pacitan, tetap bertahan sebagai magnet masyarakat. Setiap pasaran Minggu Wage, pasar ini selalu ramai dipadati pengunjung yang rindu suasana hangat dan nuansa tempo dulu.

Sejak memasuki area pasar, pengunjung disambut hiruk-pikuk tawar-menawar serta aroma menggoda dari beragam jajanan tradisional. Aneka kuliner khas seperti lopis, jongkong, cenil warna-warni, jenang, tiwul, jadah bakar, dawet gula jawa, kupat tahu, lontong pecel hingga sego berkat menjadi sajian yang membangkitkan nostalgia masa kecil.

Salah satu pedagang, Ibu Mariyati, mengatakan keberadaan Pasar Krempyeng menjadi sarana mengenalkan kuliner tradisional kepada generasi muda.

“Di sini anak-anak muda bisa merasakan cita rasa asli makanan tempo dulu yang mulai jarang ditemui,” ujarnya, Minggu (25/1/26).

Tak sekadar tempat transaksi jual beli, Pasar Krempyeng juga menjadi pusat interaksi sosial warga. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk berbelanja, tetapi juga bersilaturahmi dan berbagi cerita.

Baca Juga :  Tragis!! Ibu Rumah Tangga Nekat Terjun ke Jurang

“Di sini kami bisa bertemu dan bercengkerama, banyak yang sudah saling kenal,” kata Gatot, salah satu pengunjung setia.

Keunikan lain Pasar Krempyeng terletak pada sajian seni tradisionalnya. Pengunjung disuguhi penampilan gamelan beling atau gamelan kaca yang menghasilkan bunyi khas dan unik. Kesenian ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal dengan memadukan unsur tradisional dan inovasi.

Pelestari budaya Desa Sukoharjo, Amin Sastrowijoyo, menyebut pasar ini sebagai ruang pertemuan seni dan perdagangan.

“Dengan produk lokal, kerajinan tangan, dan pertunjukan seni, Pasar Krempyeng bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ruang edukasi budaya,” ungkapnya.

Keberadaan pasar ini juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi pelaku usaha kecil dan petani lokal. Mereka dapat menjual hasil panen langsung kepada konsumen dengan harga bersaing.

Baca Juga :  Sadar Tak Mudah, Gagarin Yakin Mampu Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Saya bisa menjual sayuran segar hasil panen sendiri di sini, sangat membantu ekonomi keluarga,” tutur Ibu Siti, petani cabai setempat.

Pemerintah Desa Sukoharjo pun berkomitmen menjaga keberlangsungan Pasar Krempyeng.

“Kami menyadari pasar tradisional adalah bagian dari identitas budaya desa. Pasar ini harus tetap lestari dan berkembang,” ujar Kepala Desa Sukoharjo.

Meski menghadapi tantangan dari pasar modern dan tren belanja daring, pesona keakraban dan nilai tradisi Pasar Krempyeng tetap menjadi daya tarik utama. Bagi masyarakat, berbelanja di pasar ini bukan sekadar transaksi, melainkan sebuah pengalaman budaya.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk lokal dan kuliner tradisional, Pasar Krempyeng diyakini akan terus bertahan sebagai simbol ketahanan tradisi. Lebih dari sekadar pasar, ia menjadi rumah bagi budaya, komunitas, dan warisan lokal yang tak lekang oleh waktu.

Berita Terkait

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:51 WIB

DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja

Berita Terbaru