Ibunya Nelayan Jatim, Khofifah Tinjau Pelabuhan Tamperan dan Gulirkan Program Perikanan  

- Jurnalis

Selasa, 12 Agustus 2025 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LINTAS7.NET, PACITAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan sejumlah bantuan khusus kepada para nelayan di Kabupaten Pacitan dalam kunjungannya ke Pelabuhan Tamperan, Selasa (12/8) pagi. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong peningkatan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperkuat kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir selatan Jawa Timur.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah turut didampingi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Muhammad Isa Ansori. Sejumlah pejabat dari OPD Pemprov Jatim juga hadir mendampingi.

Bantuan yang diberikan meliputi 100 unit alat tangkap jaring senilai Rp 70 juta serta dokumen elektronik Buku Kapal Perikanan (e-BKP) untuk 10 orang nelayan.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa menyerahkan bantuan kepada para nelayan di Pelabuhan Tamperan. Semoga ini menjadi pemicu peningkatan produktivitas dan kesejahteraan nelayan Pacitan,” ujar Gubernur Khofifah.

Selain menyerahkan bantuan, Gubernur juga berdialog langsung dengan para nelayan untuk menyerap aspirasi. Salah satu permintaan yang mengemuka adalah pengerukan area pantai dan perluasan breakwater (pemecah gelombang) di sekitar Pelabuhan Tamperan. Permintaan ini dinilai penting guna menunjang kelancaran aktivitas melaut dan meningkatkan hasil tangkapan ikan.

Baca Juga :  Dibully dan Trending, Reaksi Indrata Nur Bayuaji Mengejutkan

“Tadi saya sudah menghubungi tim TAPD. Permintaan ini penting, dan akan kami upayakan untuk segera direalisasikan, seperti halnya di Pelabuhan Mayangan yang saat ini telah mendapatkan alokasi anggaran,” jelas Khofifah.

Kegiatan di Pelabuhan Tamperan juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Program Peti Koin Bermantra (Peternakan dan Perikanan Mandiri Berbasis Teknologi) senilai Rp 119 juta kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mugi Rahayu dari Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku. Program ini merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan perekonomian masyarakat di empat kabupaten: Pacitan, Lumajang, Bondowoso, dan Trenggalek.

“Ini adalah bagian dari penguatan usaha perikanan yang mandiri dan berkelanjutan. Kami ingin mencetak wirausaha baru dari sektor ini,” ujar Khofifah dengan penuh optimisme.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyalurkan sejumlah bantuan lainnya, di antaranya:

  • Program Gemarikan senilai Rp 50 juta untuk 100 siswa SDN Kayen 1 Pacitan.
  • Bimbingan Teknis (Bimtek) pengemasan produk perikanan untuk Poklahsar senilai Rp 26 juta.
  • Program PUSPITA (Penguatan Usaha Perikanan untuk Peningkatan Produktivitas) senilai Rp 34.489.000.
  • Bimtek pengembangan kawasan agropolitan ikan nila kepada Pokdakan Mina Sari di Desa Bandarsari senilai Rp 63.536.000.
Baca Juga :  Safari Ramadhan Sarana Mempererat Silaturrahmi dan Membangun Kebersamaan

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Muhammad Isa Ansori, menyampaikan bahwa Pelabuhan Tamperan kini menjadi salah satu pelabuhan perikanan strategis yang dikelola sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) oleh Pemerintah Provinsi. Pelabuhan ini mencatatkan hasil tangkapan utama berupa ikan tuna dan cakalang dengan volume produksi mencapai 6.450 ton per tahun.

“Pelabuhan ini juga kerap menjadi lokasi berlabuh bagi nelayan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. Oleh karena itu, dukungan infrastruktur sangat penting untuk menunjang perkembangan sektor perikanan di kawasan ini,” kata Isa.

Ia juga mengapresiasi perhatian penuh Gubernur Khofifah terhadap nelayan, termasuk dukungan hingga ke sektor hilir. “Banyak nelayan menyebut beliau sebagai ‘Ibunya Nelayan Jawa Timur’,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus
Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan
Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:36 WIB

Demokrat Luncurkan Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Targetkan 666 Aksi Sosial-Lingkungan hingga Akhir Agustus

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Berita Terbaru