Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

- Jurnalis

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Asep Kusdinar melakukan diskusi bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim di Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari Surabaya, Kamis (25/6). (foto: Istimewa)

Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Asep Kusdinar melakukan diskusi bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim di Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari Surabaya, Kamis (25/6). (foto: Istimewa)

SURABAYA, Lintas7.net – Kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang Asep Kusdinar melakukan diskusi bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Lutfil Hakim di Kantor PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari Surabaya, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut membahas berbagai potensi strategis kawasan Jawa Timur bagian selatan sekaligus pentingnya membangun narasi bersama dalam mendorong percepatan pembangunan menuju kawasan Malang Megapolitan.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Asep Kusdinar menegaskan bahwa wilayah kerja Bakorwil Malang memiliki karakteristik yang sangat beragam, mulai dari kawasan perkotaan, pegunungan, pertanian, hingga wilayah pesisir yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terpadu.

Menurutnya, setiap daerah di kawasan Jawa Timur bagian selatan memiliki habit, karakter sosial, budaya, serta keunggulan ekonomi yang berbeda-beda sehingga memerlukan pendekatan pembangunan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Setiap daerah memiliki kekhasan dan karakter yang menjadi kekuatan pembangunan. Karena itu, pengembangan kawasan Jawa Timur bagian selatan harus dibangun berdasarkan potensi lokal sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” ujar Asep.

Baca Juga :  Program Penanganan Kekeringan Berfungsi, Warga Sidomulyo Tak Lagi Ajukan Bantuan Droping Air

Ia menjelaskan, konsep Malang Megapolitan tidak hanya dimaknai sebagai pengembangan kawasan perkotaan semata, tetapi juga sebagai upaya membangun konektivitas antardaerah, memperkuat pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, meningkatkan daya saing wilayah, sekaligus mengoptimalkan potensi pariwisata, pertanian, industri kreatif, pendidikan, dan investasi.

Menurut Asep, pembangunan kawasan selatan Jawa Timur membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, agar berbagai potensi yang dimiliki semakin dikenal masyarakat luas maupun investor.

“Media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme sekaligus memperkenalkan potensi-potensi besar yang dimiliki Selatan Jawa Timur. Narasi pembangunan yang positif akan menjadi energi bersama dalam mempercepat kemajuan kawasan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan tidak hanya membutuhkan infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan komunikasi publik agar masyarakat memahami arah pembangunan dan ikut terlibat dalam prosesnya.

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menyambut baik gagasan pengembangan kawasan Malang Megapolitan sebagai salah satu strategi memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

Baca Juga :  SBY Bawa Kabar Gembira 2 Bibit Potensial Pacitan Bermain di Lavani

Menurutnya, media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang objektif, edukatif, sekaligus mampu membangun optimisme publik terhadap berbagai agenda pembangunan daerah.

“Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan secara profesional dan berimbang. Potensi Selatan Jawa Timur sangat besar dan perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui pemberitaan yang berkualitas,” ujarnya.

Lutfil juga menilai, kolaborasi antara pemerintah dan media merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat sehingga berbagai potensi daerah dapat terpublikasikan secara lebih luas dan memberikan dampak positif bagi pembangunan.

Diskusi tersebut diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara Bakorwil Malang dan insan pers dalam mengawal pembangunan kawasan Jawa Timur bagian selatan, sekaligus memperkuat posisi Malang Raya sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep Malang Megapolitan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan. (**/Frend)

Berita Terkait

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta
RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini
Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026
DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja
DBHCHT 2026: Pemkab Pacitan Alokasikan Rp700 Juta untuk Pelatihan Petani dan Buruh Tembakau
Pacitan Targetkan Perluasan Tembakau 513 Hektare, Ratusan Kelompok Tani Dapat Bantuan DBHCHT
Satpol PP Pacitan Bersama Tim Gabungan Berhasil Temukan Rokok Tanpa Pita Cukai Resmi Di Kecamatan Sudimoro
DBHCHT 2026 Cair, Pemkab Pacitan Alokasikan Rp8,5 Miliar untuk RSUD dr. Darsono

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:33 WIB

Berdiskusi dengan Ketua PWI Jatim, Kepala Bakorwil Malang Ajak Perkuat Narasi Pengembangan Potensi Selatan Jatim Menuju Malang Megapolitan

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:33 WIB

Keaktifan JKN Pacitan Tembus 74 Persen, BPJS Kesehatan Pacu Perburuan 21 Ribu Peserta

Selasa, 23 Juni 2026 - 09:35 WIB

RSUD dr Darsono Pacitan Kantongi Rp8 Miliar DBHCHT 2026, Gedung Rawat Jalan Tahap III Ditarget Rampung Tahun Ini

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:51 WIB

Tak Ingin Salah Sasaran, Dinsos Pacitan Libatkan Desa dan OPD dalam Pendataan BLT DBHCHT 2026

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:51 WIB

DBHCHT Pacitan 2026 Bantu Kesejahteraan Buruh Tani Tembakau, Bariyanto Tetap Produktif di Usia Senja

Berita Terbaru