LINTAS7.NET, PACITAN – Laga final turnamen sepak bola Gala Desa dalam rangka Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Pacitan tahun 2025 berlangsung dramatis dan penuh ketegangan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Wijaya Krida, Pacitan, Selasa (9/9/2025), mempertemukan dua tim kuat, yakni Tim Sepak Bola Desa Arjowinangun dan Tim Desa Menadi.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Tim Arjowinangun tampil dominan di babak pertama dengan pola serangan cepat dari lini tengah, menguasai jalannya pertandingan.
Namun, Tim Menadi tidak tinggal diam. Mereka beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya yang nyaris membobol gawang lawan.
Gelandang serang Menadi tampil impresif sepanjang laga dan memaksa penjaga gawang Arjowinangun, Suryo Nugroho, bekerja keras mengamankan gawangnya. Skor imbang 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Kedua tim saling jual beli serangan dan menciptakan sejumlah peluang, namun ketangguhan kedua kiper membuat skor tak berubah hingga peluit panjang dibunyikan. Pertandingan pun dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di momen krusial ini, Suryo Nugroho menjadi pahlawan kemenangan bagi Arjowinangun. Ia berhasil menangkap satu tendangan penalti pemain Menadi. Sementara di kubu seberang, kiper Menadi, Syaiful Maarif, gagal menahan empat dari lima eksekusi pemain Arjowinangun.
Adu penalti berakhir dengan skor 4-3, memastikan kemenangan Tim Arjowinangun dan mengukuhkan mereka sebagai juara bertahan Turnamen Sepak Bola Gala Desa PHBN Kecamatan Pacitan 2025.
Piala kejuaraan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Pacitan, Turmudi, didampingi Camat Pacitan, Sugiyem.
Sorak sorai pendukung Arjowinangun menggema di stadion, merayakan kemenangan yang diraih dengan perjuangan keras dan semangat juang tinggi.
Camat Pacitan, Sugiyem, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat juang seluruh tim yang berlaga serta antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan turnamen.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi menjadi momen penting untuk mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong antarwarga desa. Semangat sportivitas yang ditunjukkan hari ini menjadi teladan bagi kita semua,” ujar Sugiyem.
Turnamen Gala Desa ini tak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga desa se-Kecamatan Pacitan.
Momen ini sekaligus menjadi bagian dari semangat kebersamaan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. (Red/Adv).






