Program Baru di SDNU Islamiyah: Belajar Cukur!

- Jurnalis

Sabtu, 3 November 2018 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program barbershop (cukur rambut) di sekolah yang dilakukan secara rutin tiap bulan oleh SD Nahdlatul Ulama Islamiyah Kabupaten Magetan

Program barbershop (cukur rambut) di sekolah yang dilakukan secara rutin tiap bulan oleh SD Nahdlatul Ulama Islamiyah Kabupaten Magetan

MAGETAN (lensamagetan.com)- Tempat cukur rambut di salon-salon atau barbershop adalah hal yang sangat biasa di masyarakat, namun bila barbershop itu berada di sekolahan, pasti akan membuat penasaran oleh sebagian orang tua wali murid.

Seperti halnya di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Islamiyah Kabupaten Magetan, bermaksud membantu orang tua wali murid dalam hal kerapian rambut anak-anaknya sekolah membuat program barbershop (cukur rambut) disekolah yang dilakukan secara rutin tiap bulan.

“Program ini kita buat untuk membantu para orang tua wali murid yang mungkin banyak kesibukan, jadi kita adakan cukur rambut disekolahan ini,”kata Dra.Tutik Rumiyati,M.Pd.I, Waka Kurikulum SDNU Islamiyah Magetan, Jumat (02/11).

Dikatakan Tutik program itu sudah dijalankan di SDNU sudah lama, tukang cukurnyapun juga berasal dari salah satu wali murid di SD tersebut.

Baca Juga :  Menelisik Peta Politik Ngawi Jemput 45 Kursi

“Kebetulan tukang cukurnya juga wali murid disini, jadi kita berdayakan untuk merapikan rambut anak-anak yang sudah saatnya dicukur,” ujarnya.

Dijelaskan Tutik, metode program itu pertama yakni pihak sekolahan melakukan pemantaun pada seluruh siswa di SDNU Islamiyah. Bila sudah dirasa gondrong sekolah akan memanggil tukang cukur itu untuk melakukan cukur masal.

“Kita lakukan tidak berdasarkan hari, tapi kita pantau dulu, bila rambut anak-anak sudah panjang kita langsung panggil tukang cukurnya ke sini,”jelas Tutik Kepada Lensa Magetan.

Sementara itu, untuk biayanyapun gratis karena dibayarkan dari sekolah dan juga ada dari orang tua wali murid yang juga ikut bayar saat tahu anaknya pulang kerumah dengan rambut yang rapi.

Baca Juga :  Mandulnya Wisata Ngawi, Investor Ataukah Regulasinya ?

“Biayanya dari kita, tapi biasanya itu banyak yang dari orang tua wali murid yang tahu anaknya pulang dengan rambut rapi dan memberi ganti uang untuk cukur tersebut,”ungkapnya.

Tutik berharap dengan diadakan program itu, orang tua wali murid di SDNU Islamiyah semakin tahu dan mengerti lagi semua program-program sekolah agar bisa diterapkan juga di rumah.

“Orang tua sudah kami bantu disekolah, tentunya kami berharap semua program-progam SDNU Islamiyah juga dibantu untuk diterapkan dirumah, agar anak didik kita dan anak-anak semuanya menjadi generasi yang handal dan bisa kita harapkan nantinya,”pungkas Waka Kurikulum.(ton)

Berita Terkait

Hasil Panen Tahun ini Di Prediksi Meningkat Dua Puluh Persen Setelah Petani Menggunakan Pupuk Organik Eco Farming
Mandulnya Wisata Ngawi, Investor Ataukah Regulasinya ?
Harry Tjahjono: Kerukunan Sosial Terancam oleh Hoaks, Ujaran Kebencian dan Polarisasi Politik.
Menelisik Peta Politik Ngawi Jemput 45 Kursi
Solidaritas Nasional, Puluhan Honorer K2 Ngawi Berangkat Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 20 Februari 2021 - 12:52 WIB

Hasil Panen Tahun ini Di Prediksi Meningkat Dua Puluh Persen Setelah Petani Menggunakan Pupuk Organik Eco Farming

Jumat, 22 Februari 2019 - 18:48 WIB

Mandulnya Wisata Ngawi, Investor Ataukah Regulasinya ?

Minggu, 10 Februari 2019 - 00:40 WIB

Harry Tjahjono: Kerukunan Sosial Terancam oleh Hoaks, Ujaran Kebencian dan Polarisasi Politik.

Selasa, 5 Februari 2019 - 00:08 WIB

Menelisik Peta Politik Ngawi Jemput 45 Kursi

Sabtu, 3 November 2018 - 08:18 WIB

Program Baru di SDNU Islamiyah: Belajar Cukur!

Jumat, 2 November 2018 - 23:15 WIB

Solidaritas Nasional, Puluhan Honorer K2 Ngawi Berangkat Jakarta

Berita Terbaru

Prosesi kirab pusaka menandai datangnya tahun baru Islam di Ponorogo. (Foto : Istimewa).

Daerah

Ribuan Orang Jadi Saksi Kirab Pusaka Grebek Suro Ponorogo

Sabtu, 6 Jul 2024 - 19:49 WIB

Headline

Pelaku Kasus Kopi Sianida Didakwa 6 Pasal Kombinasi

Selasa, 2 Jul 2024 - 15:45 WIB