Menu

Mode Gelap
Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka Gapoktan Desa Slambur Ciptakan Pestisida Ramah Lingkungan  Senyum Bahagia Anak Yatim Penyandang Disabilitas Dapat Bantuan Kursi Roda dan Sembako dari Polres Madiun 

Daerah · 12 Feb 2021 13:29 WIB ·

Di Perguruan Tinggi Pacitan Ini, SPP Kuliah Gratis Sampai Lulus


 Di Perguruan Tinggi Pacitan Ini, SPP Kuliah Gratis Sampai Lulus Perbesar

LINTAS7.NET,PACITAN– Bagi sebagian anak lulusan setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, menimba ilmu di perguruan tinggi hanyalah mimpi. Salah satu faktornya adalah biaya kuliah yang tinggi.

Namun, kekuatiran akan biaya kuliah mahal itu tak terjadi di Institut Islam Studies Muhammadiyah (INISMU) Pacitan. Pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2021 ini, INISMU Pacitan menawarkan program SPP kuliah gratis.

Biaya gratis ini diberikan kepada calon mahasiswa pendaftar pertama sampai pendaftar ke- 200. Pembebasan biaya SPP itu berlaku selama 8 semester atau sampai mereka menyelesaikan studinya.

“Jadi INISMU Pacitan membuka kesempatan bagi mereka yang ingin menempuh pendidikan tinggi tapi terkendala biaya. Kami bebaskan beban biaya SPP sampai mereka selesai kuliah. Kuota penerimaan beasiswa SPP gratis ini sebanyak 200 mahasiswa pendaftar pertama, atau juga bagi mereka yang memiliki kualifikasi prestasi dan hafidz al-qur’an. Artinya mereka yang menjadi pendaftar pertama sampai ke-200 kami gratiskan SPP untuk 8 semester, dan setelahnya harus memenuhi syarat berprestasi,” kata Rohmanudin Ahmad, ketua lembaga informasi dan penerimaan mahasiswa baru ISMU Pacitan.

SPP kuliah gratis ini tersedia untuk 6 program studi pilihan. Yakni Prodi Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, PGMI, Pemberdayaan Masyarakat Islam, Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab.

“Beasiswa 100 persen free biaya SPP ini memang ada syarat dan ketentuannya. Pertama mereka tidak mengambil program khusus (non reguler) yang diperuntukkan bagi yang sudah bekerja dan memiliki waktu terbatas. Kedua adalah bukan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,” jelasnya.

Tiap mahasiswa penerima program beasiswa SPP ini hanya akan dibebani biaya untuk Heregestrasi, UTS dan UAS. Sementara biaya PPL, KKN, skripsi, dan wisuda akan ditentukan kemudian sesuai dengan situasi dan kondisi mengingat kita masih di masa pandemi. Tanggungan biaya kuliah itu pun dipastikan terjangkau bagi siapapun.

“Kami sudah hitung kebutuhan biaya penerima SPP gratis ini hanya akan mengeluarkan uang tak lebih dari 1 juta rupiah tiap semesternya. Tentu untuk pendidikan setara perguruan tinggi angka itu cukup rendah,” tegasnya.

Foto : Rektor INISMU Pacitan

Rektor INISMU Pacitan, Ahmadi, mengatakan program beasiswa ini untuk memfasilitasi para generasi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ini sekaligus bagian upaya INISMU untuk meningkatkan angka lulusan sarjana di Pacitan.

“INISMU ingin jadi bagian dalam upaya menjamin ketersediaan pendidikan bagi semua lapisan masyarakat. Tercipta pemerataan kesempatan untuk masyarakat memperoleh pendidikan tinggi yang sekaligus menghapus kesenjangan antara yang kaya dan miskin dalam hal menimba ilmu di perguruan tinggi,” tambah Ahmadi.

“Melalui program ini kami berharap turut membantu meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Pacitan. SDM generasi penerus yang mumpuni menentukan masa depan Pacitan,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 944 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Konsumsi dan Edarkan Sabu, Pasutri Ini Harus Berpisah dengan Anak Balita

8 Desember 2022 - 19:17 WIB

Badan Jalan Amblas di Jalur Bandar-Tegalombo Capai Puluhan Meter

8 Desember 2022 - 10:41 WIB

Demi Pesta Miras, Pria Madiun Perdaya dan Kuras Uang Tabungan Kekasihnya

7 Desember 2022 - 18:54 WIB

Pertanian Dinilai Masa Depan Ketahanan Pangan

6 Desember 2022 - 19:47 WIB

Pengunjung Goa Gong Tertimpa Atap Gazebo Runtuh

5 Desember 2022 - 20:40 WIB

Jembatan Borang Runtuh Saat Perbaikan, 2 ASN Luka-luka

4 Desember 2022 - 22:54 WIB

Trending di Pacitan