LINTAS7.NET, PONOROGO – Dukung program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, Bupati Ponorogo bersama Polres Ponorogo membuat gebrakan baru. Yakni mencanangkan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung hibrida. Yakni ‘satu desa satu hektar’. Seperti Namanya, di setiap desa nantinya diminta untuk menanam satu hektar jagung. Sementara hal senada juga berlaku untuk satu Bhabinkamtibmas harus bisa menanam satu hektar jagung.
Acara ini sendiri diprakarsai oleh Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo yang diamini oleh Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, di Gedung Sasana Praja (29/9). Bahkan kegiatan ini juga dihadiri forkopimda. Mulai dari Ketua DPRD Ponorogo, Kasdim 0802 Ponorogo, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Bulog serta Bhabinkamtibmas yang tersebar di 21 Polsek.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menegaskan bahwa program ini sejalan dengan instruksi Presiden RI terkait ketahanan pangan nasional. Ia menyebut target penanaman bisa mencapai ratusan hektar.
‘’Kalau satu desa satu hektar, ditambah satu Bhabinkamtibmas satu hektar, maka dari 307 desa ada 614 hektare lahan jagung. Ini pasti mampu memperkuat program ketahanan pangan nasional,” tutur Sugiri saat memberikan sambutan.
Bagi bupati, program ini tidak hanya sekedar menanam saja. Namun juga menambah nilai ekonomi dan kemandirian pangan para petani di Ponorogo. ‘’Harga beli jagung tinggi, biaya penanaman juga tidak sesulit menanam padi. Saya kira ini bisa menambah kesejahteraan petani,’’ pungkasnya.
Untuk mempermudah pembelian, pemerintah daerah meminta Bulog Ponorogo untuk menyerap seluruh jagung hasil panen dari petani. Sehingga nantinya petani sudah tidak dibuat pusing ketika memasuki masa panen. ‘’Kalau pembelinya jelas, petani tidak akan ragu ragu kalau menanam jagung. Apalagi ada bantuan benih jagung dari Polisi,’’ jelas Bupati. (adv/rc)






